Rabu, 17 Februari 2010 21:35 WIB Solo Share :

Walikota "diam" soal usulan Kota Solo

Solo (Espos)–Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) memilih bersikap “diam” menanggapi usulan sejumlah kalangan yang menginginkan perubahan nama Kota Surakarta menjadi Solo atau Sala. “Diam” yang dimaksud walikota itu, diartikan sebagai langkah menunggu tanggapan seluruh elemen masyarakat secara luas.

“Saya diam, bukan berarti diam begitu saja. Saya ingin lihat dulu bagaimana tanggapan masyarakat. Ini <I>kan<I> sudah digulirkan, diwacanakan paguyuban pensiunan pegawai Pemkot. Nanti kita menjaring dulu aspirasi masyarakat, kita cari plus dan minus-nya,” papar Walikota, saat ditemui di Balaikota, Rabu (17/2).

Jokowi menegaskan, upaya penjaringan pendapat masyarakat saat ini sedang berjalan. Pemkot Solo, sebut dia, memang tidak membentuk tim khusus untuk penjaringan pendaat itu. Akan tetapi, Jokowi meyakini, lambat laun tanggapan masyarakat yang dilontarkan melalui berbagai media dapat dijadikan dasar penilaian pihaknya untuk mengambil sikap.

Lebih jauh, Walikota menambahkan, jika kecenderungan suara masyarakat bulat menginginkan penggantian nama Surakarta menjadi Solo atau Sala, berdasarkan pertimbangan historis, sosial, budaya dan ekonomi, tidak akan sulit melegalkan penggantian nama itu di mata hukum.

tsa

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…