Rabu, 17 Februari 2010 15:46 WIB News Share :

PNS jangan pilih kucing dalam karung

Semarang– Pegawai negeri sipil (PNS) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Semarang 2010 harus menjaga netralitas, dan dalam menggunakan hak pilihnya jangan memilih “kucing dalam karung”.

Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip, di Semarang, Rabu, mengatakan, yang dimaksud dengan netralitas PNS adalah PNS tidak boleh menjadi pengurus partai politik dan tidak boleh ikut kampanye dengan menggunakan seragam.

“Akan tetapi, kalau PNS datang tanpa menggunakan seragam kemudian ingin mengetahui isi visi dan misi pasangan calon, hal tersebut boleh karena PNS memiliki hak pilih. Jangan sampai PNS memilih ‘kucing dalam karung’. Jadi harus dibedakan soal netralitas,” katanya.

Sukawi mengatakan, dalam era modern, pemilih memilih bakal calon pemimpin dengan melihat visi dan misinya, bukan dari figur yang bersangkutan.

Ditanya soal kemungkinan terjadinya perpecahan antar-PNS karena banyaknya birokrat yang maju dalam Pilkada Semarang 2010, Sukawi meminta PNS di Pemkot Semarang tidak terpecah.

“Tidak boleh ada perpecahan. Siapa pun calon yang menyebarkan permusuhan dan dendam, maka harus dihindari. Tidak ada intimidasi. Bagaimana bisa intimidasi, kalau birokrat yang maju lebih dari satu,” kata Sukawi.

Disinggung banyaknya calon dari birokrat, Sukawi mengaku merasa bersyukur karena hal tersebut menunjukkan berhasilnya kaderisasi. Sukawi mengaku, dirinya memberi kesempatan kepada seluruh pejabat untuk bersaing dalam Pilkada.

Saat ini sejumlah bakal calon wali kota yang berasal dari birokrat dan sudah mendeklarasikan diri yakni Harini Krisniati, Soemarmo, Mahfudz Ali, dan M Farchan.

Dalam kesempatan terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Harini Krisniati mengakui bahwa PNS rentan jadi komoditas karena memang mereka memiliki hak pilih sehingga bersentuhan dengan hak politisnya. Posisi PNS berbeda dengan TNI/Polri.

“PNS rentan intimidasi dan banyak PNS yang masih merasa takut dipindah (jabatan, red.). Jadi kondisinya dilematis. Saya katakan ke mereka (para camat dan lurah se-Kota Semarang) agar menjadi birokrat yang cerdas dan tidak perlu takut dengan perubahan, tidak perlu takut kehilangan jabatan, dan tidak perlu takut dengan siapa pun yang nanti terpilih,” katanya.

ant/isw

lowongan pekerjaan
SALES ENGINEER, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Ayo Sowan Simbah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (14/9/2017). Esai ini karya Joko Setiyono, pustakawan di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah jjoko@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Banyak orang tidak tahu 14 September bagi bangsa Indonesia merupakan Hari Kunjung Perpustakaan….