Rabu, 17 Februari 2010 20:37 WIB Solo Share :

Pengoperasian BRT terancam molor


Solo (Espos)-
-Pengoperasian 15 unit bus rapid transit (BRT) bantuan Kementrian Perhubungan diproyeksi molor hingga akhir Maret.

Pasalnya, hingga kini, pembangunan 24 titik selter belum dimulai. Sepinya biro iklan yang berminat mengikuti lelang pembangunan selter membuat memaksa Pemerintah Kota Solo beberapa kali menunda pengumuman penawaran lelang.

Hingga dua tahap pendaftaran peserta, hanya ada satu calon peserta yang mendaftarkan diri.

Kepala Bagian (Kabag) Kerja Sama Setda Solo, Sudarmasto Moelyadi, saat ditemui wartawan, di ruang kerjanya, Rabu (17/2), mengatakan Kamis ini, pihaknya akan membuka pengumuman penawaran, dengan satu peserta. “Memang sepi peminat. Kami sudah dua kali membuka pendaftaran, tapi peserta hanya satu. Akhirnya nanti kami harap peserta yang sudah mendaftarkan diri ini bertahan dan memberikan penawaran. Sehingga, target kami, selter BRT mulai dibangun awal Maret dan selesai sebelum akhir Maret,” papar Darmasto, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, Darmasto pernah menyebut sedikitnya lima biro iklan menyatakan tertarik mengikuti lelang pembangunan selter BRT. Namun, nyatanya, hingga saat ini hanya satu biro iklan yang akhirnya mendaftar.

Darmasto menduga hal itu disebabkan, biro iklan kesulitan, sebab dalam kerja sama kali ini, mereka harus menyediakan investasi paling tidak Rp 30 juta per selter, atau Rp 720 juta. Dia juga menduga, ruang iklan sebesar 5 meter persegi (m2) dinilai biro iklan terbatas.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Yosca Herman Soedrajat, membenarkan kemungkinan molornya pengoperasian BRT.

Padahal, di sisi lain, dua daerah penerima bantuan BRT lain, yakni Palembang dan Gorontalo telah mulai mengoperasikan BRT. Herman, sapaan akrabnya, mengaku, Dishub Solo sebenarnya siap mengusung 15 unit BRT ke Solo. Namun, untuk itu, pihaknya harus menunggu rampungnya pembangunan BRT.

“Iya, memang molor. Dari Pak Menteri diharapkan beroperasi Maret, tapi karena kondisinya seperti ini. Kami berusaha akan mengerjakan secepatnya, dalam mempersiapan semuanya. Kamis besok, kami sudah mulai dengan pembongkaran,” urai Herman.

Lebih jauh, dia menambahkan, pihaknya belum akan mengirim petugas untuk membawa 15 unit BRT ke Solo, sebelum pembangunan BRT rampung. Sebab, menurut Herman, jika bus berada di Solo terlalu lama sebelum dioperasikan, Dishub justru akan mendapat tambahan beban biaya pemeliharaan.

tsa

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…