Rabu, 17 Februari 2010 10:04 WIB News Share :

Djody
Hibah Hadi Poernomo sebagian dari saya

Jakarta–Pebisnis yang juga musisi, Setiawan Djody, membenarkan bahwa harta berupa hibah yang dimiliki oleh Melita Setyawati, beberapa bagian berasal dari dirinya.

“Tapi saya lupa detailnya yang mana saja,” kata Djody, Selasa (16/2).

Setiawan Djody menyatakan Melita merupakan istri dari mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo, yang kini menjabat Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. Dalam daftar kekayaan yang ia sampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, Hadi mencantumkan banyak harta berupa hibah yang masih kabur asal usulnya.

Presiden Direktur Setdco Gorup itu mengatakan, sejak kecil ia sangat dekat dengan Melita, anak kedua dari delapan bersaudara keluarga Soedadi Tedjaningrat, ayah mereka. Sebagai si sulung, kata Jody, dirinya merasa wajib melindungi saudara-saudaranya setelah ayah mereka wafat.

“Jangankan harta, nyawa pun akan saya berikan,” ujar pria kelahiran 13 Maret 1949 ini.

Menurut DJody, keluarga Ipung (nama kecil Hadi Poernomo) juga terbilang akrab dengan keluarganya.

“Anak-anak Ipung dari kecil sudah sering tinggal di rumah saya, termasuk tinggal di rumah saya di Amerika Serikat,” tutur cucu pahlawan nasional DR Wahidirin Sudiro Husodo itu.

Dalam dokumen daftar kekayaan Hadi Purnomo yang diterima Tempo, disebutkan nilai kekayaan untuk tanah dan bangunan sebesar Rp 9,6 miliar, alat transportasi Rp 370 juta, logam mulia Rp 100 juta, batu mulia Rp 400 juta dan barang-barang seni dan antik Rp 1 miliar.

Laporan kekayaan tersebut juga menyatakan, Drs Hadi Poernomo Ak, MBA bekerja di bidang lembaga keuangan, dengan jabatan mantan Direktur Jenderal Pajak. Di dalamnya tercantum data itu telah dilaporkan per tanggal 14 Juni 2006.

Untuk tanah dan bangunan, terdapat kepemilikan sejumlah tanah di Bekasi dan Sawangan, Jawa Barat; tanah di daerah Kembangan, Jakarta Barat; tanah di Kalibata, dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan; serta sejumlah apartemen di Taman Rasuna Kuningan dan Senayan dengan asal usul kekayaan dari hasil sendiri dan hibah.

Selain itu, dokumen tersebut mencatumkan sebuah tanah dan bangunan di E Badillo Street, Los Angeles, California, yang dimiliki sejak 1986 atas nama Melita Setyawati. Di lembar keempat dikatakan, jenis harta bergerak, ada 3 mobil: jenis Cherokee dengan tahun pembuatan 1994, dan tahun perolehan 1998 senilai Rp 120 juta.

Kedua mobil jenis Mercedez dengan tahun pembuatan 1995, dan tahun perolehan 1998 dan nilainya Rp 200 juta, serta terakhir, mobil jenis Toyota Kijang dengan tahun pembuatan 1994, dan tahun perolehan 1998 dengan nilai Rp 50 juta.

tempointeraktif/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…