Rabu, 17 Februari 2010 13:53 WIB News Share :

ARUS kecam penghinaan ke SBY

Jakarta– Aliansi Rakyat Untuk SBY (ARUS) berdemonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia, Rabu , mengecam segala bentuk penghinaan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan menuntut reshuffle (perombakan)  kabinet demi kesejahteraan rakyat.

“Kami tidak terima kalau ada yang corat-coret nama Presiden(Yudhoyono, red)  di pantat binatang dan bakar foto Presiden. Itu di luar batas,” kata Sekretaris Jenderal ARUS, Heru Purwoko di sela-sela demonstrasi ARUS, di Jakarta, Rabu .

Menurut Heru, pihaknya selama ini sudah bersabar dengan segala tindakan yang sifatnya melecehkan Presiden Yudhoyono . Namun, kali ini menuru Heru , ARUS akan melakukan tindakan tegas kepada kelompok mana pun yang menghina Presiden.

“Kelompok-kelompok antipemerintah sudah keterlaluan. Untuk itu ARUS akan bertindak tegas dengan mengambil atribut-atribut yang melecehkan Presiden,” kata Heru.

Rombak kabinet

Selain itu, demonstrasi dilakukan sekitar 80 orang tersebut juga menuntut reshufle kabinet demi kesejahteraan rakyat.

Heru mengatakan, reshufle kabinet perlu dilakukan demi  efektifitas kinerja pemerintah dan menjaga stabilitas pemerintah.

“Menteri-menteri yang ada di pemerintahan sekarang banyak yang hanya mementingkan jabatan dan eksistensi parpol dan bukan mendukung pemerintahan, ” ujar Heru.

Menurut Heru, pemerintahan yang terbentuk sekarang ini didukung oleh koalisi sejumlah partai. Oleh sebab itu, parpol- parpol tersebut harus mendukung pemerintahan.

“Menteri-menteri dari partai harusnya mendukung pemerintahan, bukan jadi “musuh dalam selimut” yang justru sejalan dengan koalisi oposisi,” kata Heru.

Menurut Heru, menteri-menteri dari partai koalisi harus mendukung pemerintahan karena Presiden SBY dipilih oleh mayoritas rakyat Indonesia.

“Kalau berpihak pada rakyat,  berarti harus mendukung pemerintahan,” ujar Heru.

Dalam demonstrasi yang berlangsung tertib tersebut, Heru mengatakan partai-partai yang tergabung dalam koalisi harus konsisten karena yang dibutuhkan pemerintahan bukanlan koalisi yang “mencla-mencle”.

Menurut dia  ada sejumlah menteri yang harus diganti karena dinilai tidak menyejahterakan rakyat.

Parpol yang bergabung dalam koalisi dengan Partai Demokrat dan SBY  dalam Kabinet Indonesia Bersatu(KIB) kedua adalah Partai Golkar, Partai Amanat Nasional(PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera(PKS), serta Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) .

ant/isw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…