Selasa, 16 Februari 2010 10:13 WIB News Share :

MUI
Nikah siri sah, tapi juga bisa haram...

Jakarta–Pelaku nikah siri kini dibayang-bayangi kurungan penjara. Bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI), nikah siri atau nikah di bawah tangan, harus dilihat dulu seberapa besar potensi terjadinya korban yang ditimbulkan.

“Nikah di bawah tangan kalau memenuhi syarat rukunnya itu sudah sah. Tetapi bisa juga haram,” kata Ketua MUI Ma’ruf Amin, Selasa (16/2).

Menurut Ma’ruf, mengapa nikah siri bisa menjadi haram? Label haram akan berlaku bila ada korban yang ditimbulkan akibat dilakukannya nikah siri.

“Biasanya, korban itu adalah anak atau istri yang haknya tidak terlindungi. Mereka menjadi tidak memiliki hak waris dan sebagainya,” ujar dia.

Ma’ruf menjelaskan, akibat nikah di bawah tangan biasanya si istri tidak akan memiliki sertifikat resmi surat nikah. Akibatnya akan berdampak tidak langsung pada si anak.

“Kalau potensi keharaman itu menjadi sangat besar. Hak anak dan istri tidak terlindungi serta banyak terjadi korban, maka saya rasa itu bisa saja diterapkan,” kata dia lagi.

Perdebatan mengenai nikah siri ini muncul setelah Kementerian Agama mengusulkan pada Presiden untuk semacam peraturan mengenai itu. Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai pemidanaan atas nikah siri itu bisa saja dilakukan.

vivanews/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Populisme APBN 2018

Gagasan ini ini dimuat Harian Solopso edisi Rabu (15/11/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Pemerintah dan DPR telah menyepakati RAPBN 2018 menjadi APBN 2018. Beberapa…