Selasa, 16 Februari 2010 13:43 WIB News Share :

KPK diminta copot Feri Wibisono


Jakarta
–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus benar-benar membersihkan diri. Bila ada pejabat lembaga antikorupsi yang terindikasi melakukan pelanggaran sudah sepantasnya diberi sanksi. Bukan sekadar meminta maaf lalu persoalan selesai.

“KPK harus berpikir jeli, siapa yang berpikir diskriminatif tidak tepat dipertahankan.  Berpikir diksriminatif tidak membuat orang jera,” kata Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Zaenal Arifin Mochtar, Selasa (16/2).

Feri merupakan Direktur Penuntutan KPK Feri Wibisono yang diketahui menggunakan jabatannya di KPK untuk meloloskan mantan Jamintel Wisnu Subroto dari kejaran wartawan, usai diperiksa.

“KPK tidak boleh bermain-main. KPK, harus belajar dari kenyataan, ketika ada anggota corps yang tidak baik, jangan diskriminatif,” terangnya.

Permintaan maaf saja dari Feri tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan. “Cara berpikir Feri diskriminatif, dia memperlakukan berbeda orang yang diduga koruptif. Ini jelas-jelas melanggar kode etik,” tutupnya.

dtc/isw

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…