Selasa, 16 Februari 2010 19:03 WIB News Share :

Korban keracunan di Minsel capai 199 Orang

Manado– Warga Desa Lopana Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulut, yang diduga keracunan makanan pada hajatan pesta pernikahan 14 Februari 2010 lalu, ternyata terus bertambah menjadi 199 orang dari sebelumnya hanya 122 orang.

“Semua warga korban keracunan makanan terus dirawat secara intensif di Rumah Sakit Kalooran Amurang Minsel serta dua Puskesmas, yakni Tumpaan dan Amurang,” kata kepala Dinas Kesehatan Minsel, Dirk Lengkong, Selasa.

Bahkan salah satu korban yang juga pengantin wanita Mey Paduli (20), harus dilarikan atau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Prof Kandouw Manado, seiring kondisinya terus kritis.

Dari kondisi pasien yang ada itu, ternyata ada juga anak-anak yang harus dirawat akibat memakan makanan yang diduga mengandung bahan racun.

Pemkab Minsel sudah melakukan koordinasi dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk meneliti kondisi makanan dicicipi para warga, dan menyebabkan dugaan keracunan.

“BPOM akan turun langsung untuk meneliti penyebab dari keracunan dialami warga, dan kami jelas merasa resah dengan kondisi ini,” katanya.

Menurutnya, dugaan sementara sejumlah pasien alami dugaan keracunan ketika makan buah segar yang disiapkan keluarga Paduli Isaak, yang melaksanakan hajatan pesta pernikahan itu.

“Yang penting warga langsung mendapatkan perawatan secara intensif atau pencegahan dini, agar tidak menimbulkan dampak buruk,” katanya.

Sekitar pukul 02.00 wita (15/2) dini hari, warga yang diduga alami keracunan itu mendadak alami muntah-muntah, pusing serta diikuti dengan badannya yang lemas.

Warga langsung inisiatif melaporkan kepada Kepala Desa Lopana, yang kemudian dilanjutkan ke penanganan medis.

Sementara itu, pihak Polres Minsel langsung mengambil data dan sampel makanan dari lokasi itu, guna diteliti secara optimal apakah memang mengandung racun atau tidak.

ant/isw

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…