Selasa, 16 Februari 2010 19:35 WIB Boyolali Share :

Dana LUEP tahun 2010 cair

Boyolali (Espos)–Dana Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP) tahun 2010 yang dikucurkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk Kabupaten Boyolali senilai Rp 3 miliar akhirnya cair.

Dana yang dikucurkan pemerintah untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah saat musim panen raya itu diberikan kepada 46 pengusaha rice mill (penggilingan padi-red) di wilayah Kota Susu.

Terkait pencairan dana LUEP tahun 2010 tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Boyolali, Tugiman menyatakan pihaknya menyambut baik pencairan dana LUEP tahun 2010 tersebut.
Pihaknya berharap dana LUEP tersebut dapat disalurkan tepat sasaran dan tetap menjaga kredibilitas para penerima pinjaman dengan mengembalikan dana itu tepat waktu, sehingga dalam hal ini, Pemkab diminta untuk melakukan pengawasan secara ketat terhadap pemanfaatan dana tersebut. Ditegaskan Tugiman, dari Komisi III juga akan ikut mengawasi.

“Kami harapkan dana LUEP tersebut dapat dimanfaatkan oleh pengusaha rice mill untuk membeli gabah dari petani untuk menjaga agar harga gabah di pasaran tidak anjlok. Pengawasan juga akan kami lakukan untuk mencegah penyimpangan dalam pemanfaatan dana LUEP tersebut,” tegas Tugiman saat ditemui wartawan di sela-sela acara Deklarasi Pasangan Daryono-Joko Widodo di Wisma Haji Boyolali, Selasa (16/2).

Sementara itu, Bupati Boyolali, Sri Moeljanto meminta dana LUEP tersebut dapat dipergunakan sesuai peruntukannya dan tepat sasaran. Artinya, bantuan yang diberikan kepada para pengusaha rice mill itu diharapkan dapat mengikat lingkungan strategis yang dihadapi para petani saat panen raya.

sry

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….