Selasa, 16 Februari 2010 18:59 WIB News Share :

Bea Cukai gagalkan penyelundupan elektronik dari China


Surabaya–
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I menggagalkan penyelundupan 14 kontainer berisi barang-barang elektronik dari China.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea dan Cukai Jatim I, Harry B. Wicaksono, di Surabaya, Selasa, mengatakan, akibat penyelundupan itu negara berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp36,7 juta dan sanksi administrasi sebesar Rp167,9 juta.

“Barang-barang yang diimpor PT SPA itu tidak sesuai dengan aturan ACFTA (perjanjian perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara dan China),” katanya.

Ia menyebutkan, 14 kontainer itu terbagi dalam dua kontainer berupa lampu hemat energi, lima kontainer kipas angin, dan tujuh kontainer mesin “blender” dan alat penanak nasi.

Perusahaan importir yang beralamatkan di Jalan Genteng Kali Surabaya itu memberitahukan bahwa barang yang diimpor itu adalah suku cadang lampu.

“Namun setelah kami bongkar, ternyata barang-barang itu berupa lampu hemat energi dalam keadaan terangkai,” kata Harry.

Menurut dia, seharusnya barang tersebut disesuaikan dengan ketentuan SNI. Namun, justru importir malah memberitahukan jenis dan jumlah barang tidak sesuai dengan ketentuan kepabeanan.

Akibat perbuatannya itu, pelaku penyelundupan dijerat dengan Pasal 102 huruf h dan Pasal 103 huruf c Undang Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jo Undang Undang Nomor 17 Tahun 2006 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp50 juta.

Hingga saat ini, petugas Bea dan Cukai masih menyelidiki kegiatan importasi barang elektronik lainnya dengan modus serupa yang juga dilakukan oleh PT SPA.

“Kami mencurigai barang tersebut diselundupkan untuk menghindari persyaratan standar mutu dan sertifikasi yang diberlakukan pemerintah RI,” katanya.

ant/isw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…