Senin, 15 Februari 2010 21:08 WIB Sragen Share :

Tergerus, 2 Rumah warga Tangkil ambrol


Sragen (Espos)–
Jumlah korban tanah longsor akibat gerusan arus air Sungai Mungkung di Dukuh Gabusan, Desa Tangkil, Sragen bertambah. Gerusan arus air itu tidak hanya mengakibatkan dua rumah ambrol, melainkan areal pekarangan milik empat orang warga di RT 02/RW XI sepanjang 500 meter itu hanyut.

Berdasarkan keterangan dan pantuan Espos, Senin (15/2), di lokasi bencana, puluhan anggota Tim Tagana yang dipimpin Heru Wahyudi melakukan evakuasi rumah milik Ngatini, 39, yang biasa disapa Ngelin dan Senen, 50, pada Minggu (14/2) mulai pukul 21.00 WIB.

Kondisi rumah Senen sudah dibongkar warga sebelumnya, karena bibir sungai tinggal berjarak kurang dari satu meter. Sementara kondisi rumah Ngatini yang ditinggal suaminya Gimantoro sudah memprihatinkan, karena bagian ruang garasi dan dapur sudah ambrol.

Sekitar pukul 24.00 WIB, tiga ruang rumah milik Ngatini ambrol seluruhnya, sehingga hanya bangunan induk rumah yang tersisa.
Melihat kondisi rumahnya yang hancur dan anaknya yang menderita sakit tipes, Ngatini terpingsan beberapa kali, karena tidak kuat menerima musibah yang cukup berat.

Sejumlah warga masih berusaha menenangkan Ngatini dan bersama anggota tim Tagana mengevakuasi barang seadanya hingga Senin pagi.

Sedangkan Senen saat ditemui Espos mengaku tidak begitu was-was dengan meningkatnya arus air Sungai Mungkung, karena keluarganya sudah menempati bangunan rumah darurat yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah tempat tinggalnya yang dibongkar.

“Jika pemerintah tidak segera melakukan penanganan, maka gerusan tanah akan terus bertambah. Otomatis bakal sampai ke rumah darurat yang kami tempati. Jarak rumah daruat dari bibir sungai tinggal 3-4 meter,” ujarnya.

Juminah, 45, saudara Ngatini, menambahkan, kondisi Ngatini sudah memprihatinkan. Untuk sementara Ngatini dan anaknya, kata dia, tinggal di rumahnya yang bersebelahan.

Ketua RT 02/RW XI, Saino, 45, menguraikan, dari catatan warga korban tanah longsor di tepi Sungai Mungkung ini tidak hanya dua rumah warga, yakni Senen dan Ngatini, melainkan juga menimpa empat warga lainnya, yaitu Tukimin, 55, Wardi, 50, Patmo, 70 dan Paijem, 75.

trh

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…