Senin, 15 Februari 2010 22:11 WIB Women Share :

Pernak-pernik Imlek, saat Sang Raja Hutan tampil menggemaskan

Tahun ini boleh jadi bakal jadi perayaan Imlek paling istimewa. Permulaan Tahun Macan dirayakan bersamaan dengan Hari Kasih Sayang, Valentine’s Day. Mungkin ini bukan sekadar kebetulan, semangat berbagi kasih sayang akan dirayakan bersamaan dengan semangat pluralisme suku bangsa di Indonesia. Maka, jangan heran apabila momentum perayaan yang boleh dibilang langka ini, disambut secara meriah oleh masyarakat. Tidak hanya oleh masyarakat keturunan China, tetapi juga oleh masyarakat seluruh Indonesia.

Namanya saja perayaan, kehadiran pernak pernik khas pasti jadi syarat mutlak. Lampion aneka bentuk dan ukuran dengan dominasi warna merah dan emas, hiasan pintu bergambar macan dan bocah beratribut khas China kini seolah mendominasi interior toko dan pusat-pusat perbelanjaan. Gegap gempita penyambutan Tahun Macan ini bahkan sudah mulai terasa sebulan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek atau Sin Cia yang tahun ini jatuh pada hari Minggu (14/2). Anda tertarik ikut merayakannya? Tak sulit menemukan aneka pernik khas Imlek.

Kalau tak percaya, coba saja bertandang ke Toko Sinar di Pasar Gede. Koleksi gantungan kunci hingga celengan berbentuk macan dalam balutan warna emas dengan berbagai ekspresi bisa diperoleh di sana. Mulai dari macan mesem hingga macan yang menyeringai. Alih-alih tampak garang, miniatur Sang raja Hutan itu justru terlihat menggemaskan tanpa kehilangan aura kesakralan.

”Karena Tahun Macan, maka pernak-pernik juga tak lepas dari beragam aksesoris benuansa macan,” ungkap pemilik Toko Sinar, Gian Setyadi, Minggu (7/2). Menurut Gian, boneka macan emas multifungsi yang dapat digunakan sebagai celengan setinggi 10 cm menjadi salah satu pernak pernik yang paling digemari. Harganya juga tidak terlalu mahal, hanya sekitar Rp 50.000-an.

Tak ketinggalan, berbagai gantungan unik penghias ruangan juga patut dikoleksi untuk menyemarakkan perayaan Sin Cia kali ini. Seperti gantungan berbentuk rangkaian cabai, kacang emas, amplop mini dan petasan mini yang tersedia di Toko Rita Griya Segar, Jl Gandekan Lor 55, Yogyakarta. Yang satu ini, harganya lebih murah lagi, mulai dari Rp 2.000 untuk gantungan paling sederhana.

Lambang kemakmuran
Jangan lupakan pula lampion. Konon, kehadiran lampion ini sebagai perlambang kemakmuran. Ada lampion berbentuk kotak, bulat, lonjong hingga yang paling unik adalah lampion mini berbentuk naga yang bisa Anda peroleh di Toko Sinar Pasar Gede.

Lampion unik lainnya juga bisa diperoleh bila Anda mampir ke Toko Kembang Mas Jl Yos Sudarso 9, Nonongan, Solo. Di toko spesialis pernak-pernik dan tanaman imitasi ini, tersedia lampion transparan keemasan berbentuk mirip kapsul. Harganya mulai dari Rp 25.000 untuk yang kecil dan Rp 200.000 untuk ukuran jumbo. ”Ini memang lampion model baru pada perayaan tahun baru Imlek kali ini,” ujar salah seorang karyawati Toko Kembang Mas, Fatimah.

Apabila lampion ukuran normal terlalu ribet untuk Anda, mengapa tak coba lampion mini yang dapat difungsikan sebagai gantungan kunci seharga Rp 3.500 per biji. Selain lampion, plakat yang ditempelkan di pintu bertuliskan Gong Xi Fa Cai juga banyak diburu. Layaknya pohon cemara pada perayaan Natal, perayaan Sin Tjia bakal makin semarak dengan kehadiran pohon Mei Hwa.

Nah jika kebetulan sekalian berbelanja di Solo Grand Mall (SGM), beragam pernak pernik Imlek yang kebanyakan dominan berbahan kayu dan kertas juga dapat didapatkan di baik di hypermart SGM. Selain juga lampion dalam berbagai ukuran. Mulai dari gantungan untuk mobil, tempelan gambar yang dipasang di pintu sampai amplop angpau beragam ukuran dan bahan. ”Yang spesial hingga perayaan Tahun Baru Imlek usai, Hypermart memberikan diskon harga aneka pernak-pernik itu sampai 50%,” ujar Manager Produce Hypermart SGM, Tunjung Sulaksono.

Oleh: Intaningrum, Fetty Permatasari, Esmasari Widyaningtyas

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…