Senin, 15 Februari 2010 13:17 WIB News Share :

Pasca terjangan air bah, Sekar Langit butuh alat deteksi

Magelang– Tempat wisata air terjun Sekar Langit, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng) membutuhkan pendeteksi air bah karena sejak beberapa tahun terakhir sering terjadi bencana itu dan mengakibatkan jatuh korban.

“Kami akan koordinasikan dengan pihak terkait seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk pemasangan sistem peringatan dini itu untuk mencegah jatuhnya korban pada masa mendatang,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Penanggulangan Bencana Pemerintah Kabupaten Magelang, Edy Susanto, di Magelang, Senin.

Air bah menerjang Sekar Langit yang terletak di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang itu pada Minggu (14/2) mengakibatkan tujuh korban, dua di antaranya tewas.

Pada Tahun 2000, bencana serupa mengakibatkan seorang wisatawan asal Kanada tewas dan Tahun 2008 seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Salatiga tewas.

Musibah pada Minggu (14/2) mengakibatkan Umi Khasanah (29) warga Klaten dan Eka Wijayanti (31), warga Desa Rejosari, Grabag tewas.

Jenazah Eka ditemukan pada Senin (15/2) pukul 06:50 WIB di aliran Kali Elo, Desa Kalikuto, Grabag, sekitar 17 kilometer dari Sekar Langit.

Dua warga setempat yang sedang melintasi aliran kali itu untuk menuju areal persawahannya menemukan jenazah Eka tergeletak di bagian tepi sungai. Kali itu bagian dari aliran sungai yang melintas di Sekar Langit

Tim SAR Pemkab Magelang dipimpin Heri Prawoto yang juga Kepala Sub Bidang Penyelamatan Badan Kesbangpol dan PB Pemkab Magelang itu segera mengevakuasi korban dari lokasi temuan ke Puskesmas Grabag untuk divisum.

Lima korban selamat adalah Tatok Yulianto (32) yang juga suami Eka, Bima Sakti (4), anak pasangan suami-istri itu, Ernawati (26), warga Jalan Sambiroto RT09/RW01 Semarang, Indah Kristiani (23), warga Ngasem RT05/RW05 Pudak Payung Semarang, dan Iwan (30), warga berasal dari Paten Jurang, Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kota Magelang namun berdomisili di Denpasar, Bali.

Mereka mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan di Puskesmas setempat.

Ia menjelaskan, pemasangan alat pendeteksi air bah Sekar Langit sebagai kebutuhan mendesak.

“Untuk waktu dekat ini kami akan memasang jaring penyelamatan di bagian bawah jembatan bambu, dekat air terjun itu,” katanya.

Heri mengatakan, pencarian terhadap Eka oleh tim dihentikan pada Minggu (14/2) pukul 20:00 WIB karena gelap dan dilanjutkan pada Senin (15/2) mulai pukul 06:30 WIB.

“Di kawasan air terjun itu sudah ada alat pengeras suara untuk pemberitahuan sewaktu-waktu kepada wisatawan jika kemungkinan turun hujan, tetapi kejadian kemarin (14/2) saat tidak hujan, yang hujan tempat yang relatif jauh di bagian atas air terjun,” katanya.

Papan pengumuman tentang larangan turun ke air terjun juga sudah dipasang petugas di beberapa tempat di Sekar Langit sejak relatif lama.

Ia mengakui perlunya penempatan anggota Tim SAR di sejumlah lokasi wisata setempat seperti di air terjun Sekar Langit dan Kedung Kayang (Kecamatan Sawangan), kolam permandian Mendut (Kecamatan Mungkid) dan Kalibening (Kecamatan Secang).

“Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini, penempatan Tim SAR kiranya diperlukan,” katanya.

ant/isw

The jagongan, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Nyanyian Sunyi Ekonomi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/9/2017). Esai ini karya Ronny P. Sasmita, Direktur Eksekutif Econ-Act Indonesia dan anggota Staf Ahli Komite Ekonomi dan Industri Nasional. Alamat e-mail penulis adalah ronny_sasmita@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO¬†— Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, indeks…