Senin, 15 Februari 2010 14:13 WIB News Share :

Pansus fokus usut 4 nasabah mencurigakan

Jakarta– Panitia Angket Kasus Bank Century memfokuskan pemeriksaan pada empat nasabah yang mencurigakan ketika melakukan investigasi di kantor pusat Bank Mutiara (dahulu Bank Century) di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Senin.

Mereka adalah Liana Puspasa; warga Kebayoran Baru Jakarta Selatan yang memiliki rekening senilai Rp(Rp2,4 miliar) dan Kasena Pandi warga Bintaro Jakarta Selatan yang memiliki rekening senilai Rp2 miliar.

Kemudian, M Linus; warga Pisangan Ciputat Tangerang yang memiliki rekening senilai Rp1,3 miliar dan Muhanmmad Nizar; warga Rempoa Ciputat Tangerang yang memiliki rekening senilai Rp1,4 miliar.

Terhadap keempat nasabah tersebut , Tim Investigasi Panitia Angket Kasus Bank Century mengajukan sejumlah pertanyaan seputar  dana dalam rekening yang mereka miliki di Bank Century.

Tim Investigasi Panitia Angket yang hadir di Bank Mutiara yakni, Idrus Marham, Maruarar Sirait, Anas Urbaningrum, Azis Syamsudin, dan Eva Kusuma Sundari.

Tim menanyakan seputar dari mana sumber dana dalam rekening mereka dan mengalir kemana.

Dalam pemeriksaaan tersebut,  keempat nasabah tersebut mengaku, dana dalam rekening mereka adalah milik mereka sendiri.

Pada saat anggota Tim Panitia Angket mengjukan berbagai pertanyaan, salah seorang nasabah Kasenda Pandi keluar ruangan dari pintu khusus setelah menerima telepon melalui telepon seluler.

Pintu khusus tersebut menarik perhatian seorang anggota Tim Panitia Angket Marurar Sirait yang kemudian bertanya pada pegawai dan satpam bank.

Dari pertanyaan-pertanyaan Maruarar, diketahuit pintu yang memiliki nomor pin untuk membukanya itu sangat jarang  digunakan oleh pagawai, apalagi oleh nasabah.

Menurut Idrus, Tim Panitia Angket memfokuskan pemeriksaan kepada keempat nasabah tersebut karena rekeningnya sangat mencurigakan.

Ketika Tim Panitia Angket mengunjungi Bank Indonesia di Jalan MH Thamrin Jakarta, pada Jumat (12/2), ditemukan empat rekening yang sangat mencurigkaan dan diduga fiktif.

Apalagi ketika ditelusuri ke alamat yang tercantum dalam rekening, ada yang tidak cocok antara nama dan alamat serta ada yang tidak berada di alamat tersebut.

Namun, ketika Tim Panitia Angket mengunjungi Bank Mutiara dan meminta kepada direksi bank tersebut untuk mendatangkan keempat pemilik rekening mencurigakan itu, mereka hadir semua.

ant/isw

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…