Senin, 15 Februari 2010 23:58 WIB Pilkada,Solo Share :

Jelang Pilkada, Jokowi roadshow ke PCNU

Solo (Espos)--Walikota Solo Joko Widodo melakukan audiensi dengan jajaran pengurus PCNU Solo, di kantor PCNU Jl Honggowongso, Solo, Senin (15/2).

Rombongan Jokowi disambut ketua PCNU Solo Helmi sekitar pukul 10.00 WIB di kantornya. Jokowi yang didampingi lima kepala dinas melakukan audiensi dengan jajaran pengurus NU, Muslimat NU, Fatayat NU dan lainnya.

Dalam audiensi tersebut, persoalan yang menjadi sorotan warga nahdliyin yakni persoalan banjir dan moralitas warga Solo. Sekretaris PCNU Solo, Martanto, dalam pernyataannya mengungkapkan keprihatinannya dengan keadaan kota Solo yang belum mampu menyelesaikan persoalan banjir.

“Sampai saat ini yang belum tersentuh yakni banjir. Saya berharap ada perhatian lebih dari Pemkot mengenai persoalan ini agar tertangani dan tidak berlarut-larut,” katanya.

Ia menambahkan kegiatan kerohanian atau pembinaan moral warga Solo masih minim. “Ini sangat kami rasakan, terutama di tingkat ranting. Saya harap persoalan moralitas maupun sopan santun juga menjadi prioritas,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Jokowi mengatakan saat ini yang menjadi prioritasnya yaitu pembangunan infrastruktur. “Saya menerapkan tiga tahapan dalam membangun kota. Ini saya dapat dari kota-kota maju, yaitu management product, management brand dan management custumer. Sekarang kita lagi di management product. Berbagai fasilitas kita bangun, mulai dari pasar, memperlebar jalan, jembatan,” katanya.

Mengenai penanggulangan banjir, Jokowi mengklaim telah cukup mampu mengatasinya. Sudah banyak yang dibangun untuk mengatasi banjir, seperti normalisasi talut gajah putih, pemasangan pompa di Putat, juga di Joyontakan. “Juga mengenai drainase sudah kita tangani,” ujarnya.

Kemudian prioritas selanjutnya yaitu menenai pengembangan nilai-nilai budaya. Budaya, katanya, tidak selalu pada seni, tapi juga perilaku warga seperti sopan antun, tata krama kepada orang lain. “Saya berharap sopir taksi memberi salam asalamualaikum, selamat siang, sopir becak juga begitu. Ini penting karena memberi kesan bahwa orang Solo bukan sumbu pendek, tapi lebih ramah, lebih sopan. Ini perlu ditingkatkan,” tambahnya.

Penanya lainya juga menyinggung aksi PSK yang berada di terminal Gilingan dan sekitar RRI. “Siang malam mereka beroperasi. Bahkan sudah disiapkan kendaraan bila nanti ada razia. Ini jelas meresahkan warga,” kata warga nahdliyin lainnya.

m86

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…