Senin, 15 Februari 2010 14:47 WIB Ekonomi Share :

Delapan BUMN merugi

Jakarta–Sebanyak 8 BUMN yang terus mengalami kerugian dalam 3 tahun berturut-turut sejak 2006 sampai 2008.

Kementerian BUMN telah menyiapkan berbagai langkah untuk menyelamatkan 8 BUMN ini dari kerugian terus-menerus.

Menurut bahan rapat Menteri BUMN Mustafa Abubakar dengan Komisi VI DPR, Senin (15/2), 8 BUMN yang mengalami kerugian adalah:

1. PT Kertas Leces. Rugi akbat hanya beroperasi 30% karena kekurangan pasokan gas. BUMN ini juga mengalami kesulitan likuiditas, kekurangan bahan baku, dan beban karyawan yang tak sebanding dengan produksi. Belum lagi masih adanya beban utang RDI/SLA. Langkah penyelesaiannya adalah menambah penyertaan modal negara Rp 100 miliar pada 2007 menjadi Rp 175 miliar, serta melakukan konversi bahan bakar dari gas ke batubara.

2. PT Survai Udara Penas. Rugi akibat peralatan yang sudah tua, persaingan industri, sertra modal kerja dan kualitas SDM terbatas. Langkah penyelesaian adalah melalui restrukturisasi oleh PPA.

3. PT Djakarta Lloyd. Rugi karena tidak memiliki kemampuan keuangan untuk mendukung pelaksanaan plan maintanance system secara utu. Perawatan kapal dilakukan hanya dengan pola breakdown maintanance. Penyelesaian adalah melalui restrukturisasi oleh PPA, dan penyelesaian utang pajak.

4. Perum PFN. Rugi akibat produksi yang tidak optimal, modal terbatas dan biaya tinggi. Penyelesaian dengan restrukturisasi oleh PPA.

5. PT Kertas Kraft Aceh. Rugi karena berhenti operasi sejak 2008 karena terputusnya bahan baku kayu. Sedang dalam restrukturisasi oleh PPA.

6. PT Balai Pustaka. Rugi karena kehilangan pasar, kualitas aset yang memprihatinkan, dan beban pegawai tinggi. Sedang di restrukturisasi oleh PPA.

7. PT Industri Sandang. Rugi akibat mesin produksi yang sudah tua dan produktivitas rendah, serta kesulitan likuiditas. Sedang direstrukturisasi oleh PPA.

8. PT Semen Kupang. Rugi karena ketergantungan pasokan listrik swasta, dan kesulitan likuiditas. Penyelesaian dengan mencari investor oleh PPA.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…