Minggu, 14 Februari 2010 17:45 WIB Karanganyar Share :

Puting beliung terjang Mojogedang, kerugian capai Rp 80 juta

Karanganyar (Espos)–Total kerugian akibat bencana puting beliung di Dukuh Bancak Desa Gebyok, Mojogedang, Jumat (12/2) petang, mencapai Rp 69 juta. Selain itu musibah tersebut membuat sejumlah hektare tanaman padi siap panen setempat mengalami kerusakan.

Menurut Camat Mojogedang, Budi Supriyono, nominal kerugian relatif besar karena jumlah kerusakan rumah penduduk yang cukup banyak akibat tiupan badai angin itu.

Dia mengatakan, meski hanya rusak di bagian atap, masing-masing korban menderita kerugian bervariasi antara Rp 1 juta sampai Rp 5 juta.

“Setelah dikalkulasi semua, kerugian secara keseluruhan akibat bencana puting beliung di Dukuh Bancak Desa Gebyok senilai Rp 69 juta lebih. Yang rumahnya rusak ringan, kerugian yang dialami juga relatif kecil, hanya sekitar Rp 1 juta/korban. Sedangkan yang cukup parah, nominalnya bisa mencapai Rp 5 juta, bahkan bisa lebih,” ungkapnya kepada Espos di Mojogedang, Minggu (14/2).

Budi memaparkan, guna penanganan kerusakan pemukiman warga, masyarakat di lokasi bencana dibantu petugas Koramil dan pihak-pihak terkait lain telah bekerja bergotong-royong selama satu hari penuh pada keesokan harinya, Sabtu (13/2).
Namun demikian setelah upaya itu, masih ada sebagian kecil pekerjaan yang tertinggal dan harus diselesaikan sendiri oleh penduduk lokal.

Camat Mojogedang menyatakan bencana puting beliung di Dukuh Bancak belakangan diketahui juga merusak sekitar tiga hektare areal pertanian di wilayah setempat.

Angin yang bertiup kencang pada Jumat (12/2) sore, hingga Sabtu (13/2) dini hari, ujarnya, menyebabkan sebagian besar tanaman padi siap panen milik warga sekitar roboh dan dipastikan tidak bisa dipanen.

Mengenai jumlah kerugian akibat kerusakan tanaman padi warga, Budi Supriyono menyatakan pihaknya belum bisa memperkirakan. Dia justru mengatakan adanya kemungkinan angin puting beliung juga menimbulkan dampak serupa di dukuh dan desa-desa lain di Kecamatan Mojogedang, namun belum dilaporkan warga dan pemerintah desa (Pemdes) kepada pemerintah kecamatan.

Terpisah Kepala Desa (Kades) Gebyok, Muh Riyadi, menyebutkan total kerugian akibat puting beliung di Dukuh Bancak, termasuk kerusakan tanaman padi warga, mencapai sekitar Rp 80 juta. Warga sendiri saat ini telah mendapat bantuan logistik dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar, masing-masing 20 Kg beras, lima buah mie instan, tiga kaleng sarden.

try

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…