Minggu, 14 Februari 2010 20:15 WIB Sragen Share :

AI kembali menyerang, 72 Ekor unggas mati

Sragen (Espos)–Serangan virus avian influenza (AI) atau flu burung terhadap unggas kembali terjadi di wilayah Kecamatan Sambungmacan, Sragen.

Dari hasil pemeriksaan petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Sragen hingga Sabtu (13/2), jumlah kematian unggas di Dukuh Bolorejo, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan mencapai 72 ekor dan positif terinfeksi virus flu burung.

Kematian puluhan ayam kampung itu terjadi lingkungan milik sekitar 80-an kepala keluarga (KK) di wilayah RT 10 dan RT 11 Dukuh Bolorejo. Untung antisipasinya petugas Disnakan langsung terjun ke lapangan untuk mencegah penularan virus tersebut dengan cara pemusnahan unggas yang terindikasi terinfeksi flu burung. Puluhan warga di dua RT itu juga langsung diberi penyuluhan dari Disnakan dan petugas kesehatan pada Sabtu malam di rumah salah satu perangkat Desa Banaran yang juga ditempati sebagai Posko penanganan kasus flu burung.

Ketua RT 11 Suparno saat ditemui Espos, Sabtu mengatakan, jumlah kematian ayam di lingkungan RT 11 menyebar, karena banyak ayam yang dibiarkan berkeliaran dan tidak dikandangkan.
Menurut dia, dari sekitar tujuh ekor ayam indukan, tinggal tiga ekor yang masih selamat, sedangkan ayam yang masih kecil-kecil sudah mati di mana-mana, karena tidak kembali ke rumah.

“Kematian ayam itu mendadak. Pada sore harinya masih sehat-sehat saja, tetapi pada malam harinya sudah mati. Tanda-tanda kematiannya itu pada paruhnya mengeluarkan lender dan kotoran yang dikeluarkan juga aneh, yakni cairan bening. Kematian ayam indukan itu langsung saya kubur agar tidak mengenai ayam lainnya,” imbuhnya.

trh

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…