Sabtu, 13 Februari 2010 16:59 WIB News Share :

PD dibalik penyerangan Markas Bendera?

Jakarta--Penyerangan markas Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) menunjukan pertarungan politik benar-benar telah panas. Para aktivis mengutuk setiap kekerasan politik hingga berakhir anarki seperti peristiwa penyerangan itu.

Dalam penyerangan oleh sekelompok orang tak dikenal bersamurai tersebut, 4 orang mengalami luka-luka. Beberapa kaca pecah dan kerusakan lainnya.

“Yang sekarang terjadi adalah pertarungan politik. Ini benar-benar sudah melukai demokrasi,” kata aktivis Fadjroel Rachman dalam diskusi ‘Century Gate’ di Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, (13/2).

Menurut Fadjroel, politik harus tetap tetap berbicara benar dan salah sehingga hidup dalam kebenaran. Dan politik mengembalikan demokrasi moral sehingga, kekerasan tersebut mencoreng dunia demokrasi.

“Kita menolak kekerasan politik dan ini memprihatinkan,” tambahnya.

Lebih lanjut dia menilai, penyerangan tersebut juga menunjukkan kepanikan kelompok tertentu dan menjadi kepanikan sistemik. Apalagi, penyerangan tersebut menggunakan senjata tajam dan bentuk kekerasan lain.

“Jadi ini bukan masalah Century dan aliran dana tapi ini masalah demokrasi,” pungkasnya.

Sementara anggota Pansus Century dari Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsudin mengatakan agar jangan ada pihak-pihak yang memperkeruh suasana.

“Jangan pernah main di air keruh. Saya pikir SBY tidak seperti itu. Tapi siapapun yang bermain, harus ditindak tegas,” ujar Didi.

dtc/isw

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…