Sabtu, 13 Februari 2010 12:43 WIB Internasional Share :

Jelang Tahun Baru, China giat belanja Online

China-– China merupakan negara dengan populasi pembeli online (e-buyer) terbesar di dunia, dengan 384 juta e-buyer. Saat-saat ini, menjelang tahun baru China, Minggu 14 Februari 2010, toko-toko belanja online semakin repot karena kebanjiran pesanan.

Kondisi tersebut membuat ritel-ritel online berhenti menerima pesanan dan menangguhkan pengiriman barang ketika masa liburan, sehingga para pembeli panik.

Menurut laman harian China Daily, ritel online terbesar di China, Taobao, penjualan di masa-masa Imlek ini akan mencapai satu miliar yuan, dari 280 juta yuan tahun lalu.

Toko-toko Taobao berhenti menerima pesanan atau mengirimkan barang pada awal bulan Februari. Sedangkan outlet lain mengurangi penjualan mulai pekan ini menjelang Tahun Baru China (Spring Festival). Tindakan ritel-ritel tersebut tentu saja menimbulkan kepanikan para pelanggan setia belanja online.

“Saya merasa sangat cemas. Saya rasa saya mengalami semacam sindrom Taobao,” kata Zhang Chi, 26 tahun, yang telah menghabiskan 3.000 yuan dalam lima hari untuk membeli kosmetik dan barang lain yang diperlukan untuk merayakan tahun baru.

“Baju baru ada di daftar barang yang harus saya miliki karena saya akan mengunjungi keluarga kekasih saya dan juga menghadiri banyak pesta dengan temen-teman selama Spring Festival,” ucap Chi.

Beberapa perusahaan penyedia jasa pengiriman barang mencoba membantu meredakan kepanikan pembeli online selama liburan panjang tahun baru, tetapi dengan memberlakukan harga tambahan atas jasa khusus tersebut. Mereka juga mengingatkan pembeli akan kemungkinan terjadi keterlambatan.

Pada 2009, e-buyer di negara ekonomi maju di Asia tersebut menghabiskan sekitar 250 miliar yuan, dua kali lipat lebih banyak dibandin tahun sebelumnya.

VIVANews/isw

lowongan pekerjaan
EDITOR MATEMATIKA (Fulltime), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….