Internet
Jumat, 12 Februari 2010 12:55 WIB News Share :

Pansus usut 20 nama nasabah Century Denpasar

Denpasar--Tim Investigasi Panitia Khusus (Pansus) bank Century memfokuskan penyelidikan pada 20 nama nasabah Bank Century Denpasar. Nama-nama itu dicurigai karena nilai rekeningnya di atas Rp 2 miliar dan beberapa di antaranya memiliki dua nama.

“Totalnya ada 50 rekening,” kata Ketua Tim Gayus Lumbuun di sela-sela pertemuan di Gedung BI Denpasar, Jum’at (12/2) seperti dikutip Tempointeraktif.com.

Nama-nama itu selain nama perseorangan juga terdapat nama perusahaan. “Setelah kami konfirmasi nanti akan kami serahkan Polda untuk diselidiki,” ujarnya. Dia menolak untuk menyebutkan inisial pemilik rekening karena dikhawatirkan melanggar UU Kerahasian bank.

Sementara itu dalam pertemuan antara Tim dengan Pimpinan BI Denpasar dan Pimpinan Bank Mutiara terungkap, saat merger pendirian Bank Century pada tahun 2004, total aset yang dimiliki mencapai Rp 106 milyar yang merupakan 0,58 persen dari total aset perbankan di Bali.

Pimpinan BI Denpasar Jeffrey Kairupan menyebut, pada Desember 2009 setelah menjadi Bank Mutiara, total aset mencapai Rp 330 miliar yang merupakan 0,68 persen dari total aset bank di Bali.

Adapun pihak Bank Mutiara menyatakan , meski merupakan bank kecil, penutupan bank Century pada 13 Nopember 2008 sangat merepotkan mereka. “Seluruh nasabah berusaha menarik dananya,” kata Pimpinan Bank Mutiara Tan Ziauw Lan. Dana yang ingin ditarik nasabah pada periode 13-21 Nopember mencapai Rp 66 Milyar.

Kucuran dana bail out diterima pada 21 Nopember senilai 66,2 miliar yang diprioritaskan pembayarannya untuk nasabah dengan nominal di bawah Rp 2 miliar. Ziauw Lan yang saat itu menjabat sebagai Pimpinan Bank Century Denpasar menyebut, pasca bail out hanya 50 persen nasabahnya yang kembali menjadi nasabah Bank Mutiara.

isw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…