Jumat, 12 Februari 2010 18:42 WIB News Share :

Pansus temukan data buku rekening Amiruddin dan PPATK berbeda

Makassar–Pansus Century menemukan perbedaan data antara buku rekening Amiruddin Rustan dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Perbedaan tersebut terkait transfer sejumlah dana dari rekening Amiruddin di Bank Century.

Berdasarkan data PPATK yang dipegang Pansus Century, pada tanggal 27 Juli 2009, Amiruddin dua kali mentransfer dana ke rekening BNI Cabang Matoangin dan Bank Mandiri atas nama Fransisca Doli Wijaya. Jumlah dana yang ditransfer masing-masing Rp 8 miliar dan Rp 2 miliar. Fransisca adalah istri Amiruddin.

Namun dalam buku rekening Bank Century milik Amiruddin yang diperlihatkan ke anggota Pansus Century, data tersebut tidak ada. Dan Amiruddin sendiri mengaku tidak pernah melakukan transfer.

“Saya tidak pernah melakukan transfer tersebut,” ujar Amiruddin dalam pertemuan dengan anggota Pansus Century di Mapolda Sulselbar, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (12/2).

Wakil Ketua Pansus Century, Mahfudz Siddiq, menyeriusi fakta tersebut. Dia menilai, perbedaan data antara buku rekening Amiruddin dan PPTAK sesuatu yang aneh.

“Kita akan selidiki apakah ini merupakan kesalahan pencatatan atau kejahatan modus baru, yakni kloning rekening,” ujar Mahfudz.

Dalam pertemuan tersebut, Pansus Century juga sempat menyoroti adanya tanda tip-ex di buku rekening Amiruddin. Tanda tersebut menutup sekitar 5 catatan transaksi. Anggota Pansus Century, Akbar Faizal, sempat meminta pimpinan rapat meminjam buku rekening tersebut untuk diselidiki di Jakarta.

“Ini penting. Buku tersebut bisa dijadikan alat untuk menelusuri aliran dana bailout Bank Century,” ujar Akbar.

Namun, akhirnya niatan tersebut tidak dilakukan. Menurut Mahfudz, Pansus Century bisa meminta print out dari pimpinan Bank Mutiara di Makassar.

Soal tanda bekas tip-ex tersebut, Amiruddin berkilah, hanya sebagai penanda bahwa dana tersebut sudah dimasukkan ke dalam rekeningnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
EDITOR MATEMATIKA (Fulltime), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….