Kamis, 11 Februari 2010 21:15 WIB Kesehatan Share :

Pecah, jangan taburi bedak

Rasa nyeri, terasa panas seperti terbakar, perih, gatal, dan cekot-cekot pada herpes zoster memang menggoda penderitanya untuk menyentuh maupun menggaruk. Itu sebabnya untuk mengurangi rasa sakit dan melicinkan kulit, obat topikal seperti bedak dapat ditaburkan pada bagian yang bergelembung.  ”Namun, untuk herpes zoster jika gelembung sudah pecah sebaiknya jangan ditaburi bedak,” ujar dr Arie Kusumawardani dari RS Kasih Ibu ditemui Espos seusai seminar medis di Halai International Executif Club, Sabtu (30/1) lalu.

Pasalnya, lanjut dr Arie, dengan kondisi gelembung yang pecah, otomatis kulit akan terkelupas, sehingga taburan bedak atau talk yang menyusup dapat menyebabkan infeksi sekunder. Jika itu terajadi, akibatnya bisa memunculkan gelembung cairan kembali yang berisi nanah. Pengaruhnya setelah luka mengering, bekas luka juga akan tampak lebih menghitam ketimbang tanpa infeksi sekunder. Itu pasalnya, dr Arie menyarankan agar pengidap penyakit ini menggunakan obat antivirus saja. Baik topikal maupun oral, seperti aciclovir maupun panciclovir. ”Agar lebih efektif, pengobatan sebaiknya dilakukan dalam masa 3×24 jam sejak gejalanya muncul. Sebab, replikasi virus terjadi pada masa itu,” jelasnya.

Sementara itu, setelah herpes mengering dan menimbulkan goresan luka hitam di salah satu bagian tubuh, terlebih pada bagian yang tampak seperti wajah, dr Endra mengimbau agar penderita tak panik. Sebab sehitam apapun, luka bekas herpes cenderung tak menimbulkan bopeng. Jika perawatannya dilakukan sedini mungkin dengan pengobatan sesuai anjuran dokter, pemutihan instan di klinik kecantikan dengan biaya mahal tak perlu ditempuh. ”Tetapi memang harus sedikit bersabar,” ujarnya.

Menurut dr Endra jika tak sampai terjadi infeksi sekunder rata-rata bekas herpes zoster akan pudar kurang dari setahun. Namun jika terjadi infeksi paling tidak, baru pudar dalam waktu setahun. ”Sokongan makanan yang bergizi dan seimbang juga kian mempercepat perbaikan jaringan kulit.”

Oleh: Fetty Permatasari, Esmasari Widyaningtyas

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. Djerapah Megah Plasindho, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sentilan Realitas di Bak Truk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (22/11/2017). Esai ini karya Shela Kusumaningtyas, penulis dan alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang. Alamat e-mail penulis adalah kusuma.cel@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Masyarakat di sepanjang jalur pantai utara Jawa umumnya terbiasa menyaksikan lalu…