Kamis, 11 Februari 2010 20:21 WIB Women Share :

Hemat waktu, hemat tenaga, dengan mesin cuci

Di antara seluruh pekerjaan rumah tangga, mencuci pakaian boleh jadi menjadi salah satu pekerjaan yang banyak menyita waktu dan tenaga. Setelah merendam pakaian dalam larutan sabun, pakaian harus dikucek, lalu dibilas berulang-ulang. Belum lagi jika ada noda bandel yang enggan luruh meski sudah berkali-kali disikat. Melelahkan dan bikin kesal.

Bersyukurlah karena kini, mencuci pakaian sudah mengalami evolusi sedemikian rupa sehingga pekerjaan berkubang busa detergen dan air itu kini bisa dikerjakan sambil lalu. Bahkan sembari Anda memasak atau menidurkan buah hati. Mesin cuci, itulah solusi terbaik untuk mencuci pakaian. Ditilik dari bentuknya, mesin cuci jelas bukan temuan baru. Tetapi belakangan, teknologi yang ditawarkan kian mempermudah Anda untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga yang satu ini. Tinggal pilih, mau yang semi manual, hemat listrik atau mesin cuci anti bakteri yang membuat wangi pakaian bertahan selama sepekan.

Secara umum, pilihan mesin cuci di pasaran terbagi atas mesin cuci dua tabung (twin tub) dan mesin cuci satu tabung. Belum cukup sampai di situ, mesin cuci satu tabung terbagi lagi berdasarkan letak pintunya, yaitu top loading atau mesin cuci dengan bilik menghadap ke atas dan front loading yang bilik menghadap depan.

Dibandingkan dengan mesin cuci satu tabung, twin tub paling sesuai bagi Anda yang tidak percaya 100% dengan kerja mesin. Twin tub, memiliki dua tabung dengan dua fungsi berbeda. Tabung pertama biasanya merupakan tabung cuci, sementara tabung lainnya untuk mengeringkan. Kerja mesin ini lebih sederhana, itu sebabnya panel pengaturnya pun relatif lebih sederhana ketimbang mesin cuci satu tabung. Hanya terdiri dari tiga alat pengatur. Satu pengatur untuk menentukan putaran mesin saat mencuci, satu pengatur untuk menyetel saluran pembuangan air dan satu pengatur lainnya untuk mesin pengering.

“Memakai mesin cuci dua tabung berarti semi manual. Saat mencuci Anda perlu rajin memantau untuk mengatur ketinggian air, memutar alat pengatur saat membilas, hingga memindahkan pakaian ke tabung pengering,” terang Aris dari Mega Store di Jl Duwet, Kartasura. Lantaran teknologinya yang sederhana, wajarlah apabila daya listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan twin tub tak setinggi mesin cuci satu tabung yang dilengkapi teknologi pengeringan 100%. Pengaturan air yang diperlukan juga bisa dilakukan manual.

Hemat listrik
Di generasi mesin cuci teranyar, mesin cuci satu tabung tergolong produk dengan tawaran inovasi teknologi terbanyak. Mulai dari teknologi hemat listrik, anti bakteri hingga desain tabung yang unik untuk meminimalisasi kerusakan pada bahan pakaian halus yang sensitif terhadap kerja mesin cuci.

“Kini hampir semua produsen mesin cuci mengeluarkan produk dengan teknologi hemat listrik,” kata Yadi dari Semeru Elektronik di Jl Slamet Riyadi Kav 98, 3-6, Solo. Dicontohkan dia, produk mesin cuci keluaran LG dengan teknologi inverter direct drive yang memanfaatkan mesin bergir untuk mengganti kerja mesin dengan spinning belt. “Dengan teknologi ini, mesin dapat menghemat listrik hingga sekitar 25%,” tambah Yadi.

Tapi LG ternyata bukan satu-satunya inovator mesin cuci. Beberapa produsen mesin cuci lain, seperti Toshiba, Samsung, Sanken dan Sharp juga menerapkan teknologi hemat listrik pada produknya. Sebut saja, teknologi zero stepping power dari Toshiba yang diklaim dapat menghemat penggunaan listrik hingga 20%. “Teknologi ini bisa diartikan, dalam posisi standby, mesin cuci sama sekali tak menerima aliran listrik. Jadi Anda tak perlu waswas bila ingin bepergian dengan meninggalkan mesin cuci dalam kondisi on,” sebut Tanto, salesman Toshiba di Berkat Elektronik, Jl Slamet Riyadi, No 98, Kav. 1-2, Solo.

Pada produk Sanken, teknologi penghematan listrik dilakukan dengan sistem auto power off. Sistem ini memungkinkan mesin memutus aliran listrik secara otomatis segera setelah mesin selesai bekerja. Namun, yang menarik perhatian adalah mesin Super Aquamagic dari Sharp yang diklaim hanya butuh listrik 199 Watt untuk beroperasi. Lebih hemat daripada kebutuhan listrik mesin cuci sekelasnya.

“Dalam waktu dekat kami juga sudah bersiap meluncurkan produk mesin cuci yang lebih hemat. Kebutuhan listriknya hanya 177 Watt,” janji Handy Bunawan, Branch Manager Sharp Wilayah Yogyakarta.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…