Rabu, 10 Februari 2010 10:44 WIB News Share :

PTPN genjot produksi teh putih

Jakarta–PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII berencana memproduksi teh putih, produk turunan dari teh yang selama ini diproduksi perseroan. Selain unik dan lebih berkhasiat, teh tersebut juga harga jualnya lebih mahal daripada teh biasa.

“Kita jual bisa sampai Rp 1,5 juta per kg. Tapi memang saat ini produksinya sangat kecil karena itu masih sangat selektif (bahannya),” kata Direktur Utama PTPN VIII Bagas Angkasa usai rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/2).

Tahun ini, perusahaan plat merah itu diperkirakan bisa memproduksi teh sebanyak 62.000 ton. Namun, produksi teh putih hanya sedikit sekali dari jumlah tersebut. Menurut Bagas, saat ini baru sedikit kebun yang bisa menghasilkan teh putih tersebut, hanya kebun Cisaruni saja.

“Ke depan kita arahkan ke produksi hilirnya, jadi tidak hanya daun tehnya tapi kita kasih kemasan lagi yang lebih bagus. Kalau sekarang sih kita namanya masih percobaan saja,” tambahnya.

Ia mengatakan, meski masih tahap percobaan, pihaknya akan serius untuk menggarap teh putih tersebut. Sebanyak 3-4 kebun baru sudah dicoba untuk ditanami teh putih tersebut supaya produksinya bisa meningkat.

Lalu mengapa warnanya bisa putih?

“Jadi teh putih itu diambil sarinya saja. Nah, itulah yang kita olah dan memang setelah jadi warnanya putih dan tehnya sendiri setelah diseduh masih berwarna putih, bukan putih susu tapi bening, seperti air putih cuma agak sedikit kuning. Tapi bentuk daun tehnya sebelum diseduh memang putih,” katanya.

Menurut penelusuran detikFinance, teh putih dibuat dari pucuk daun yang tidak mengalami proses oksidasi dan sewaktu belum dipetik dilindungi dari sinar matahari untuk menghalangi pembentukan klorofil. Teh putih juga merupakan salah satu teh yang berkhasiat mencegah kelebihan berat badan dan obat kanker.

Selain teh putih, BUMN produsen Teh Walini tersebut juga sudah mulai memproduksi ready to drink tea alias teh siap minum yang dikemas dalam botol. Rencananya, tahun ini BUMN perkebunan itu akan memproduksi teh kemasan sebanyak 1 juta botol.

Teh yang dikemas dalam botol plastik 300ml itu sudah didistribusikan di sekitar Jawa Barat. Menurut Bagas, jika permintaan pasar tinggi, maka tidak tertutup kemungkinan untuk menambah jumlah produksi serta perluasan jaringan distribusi.

“Sementara untuk Jawa Barat dulu tahun ini,” imbuhnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….