Rabu, 10 Februari 2010 17:55 WIB News Share :

BUMN simpan dana Rp 412 miliar di Century

Jakarta–Meskipun pemerintah sebelumnya telah mengimbau pimpinan BUMN agar menyimpan dana usaha di bank pemerintah untuk memperkuat struktur perekonomian dan posisi keuangan negara, namun beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap menyimpan dana di Bank Century, bahkan jumlahnya mencapai sekitar Rp 412 miliar.

Anggota Panitia Angket kasus Bank Century Hendrawan Sutikno mengemukakan hal itu di Gedung DPR/MPR Jakarta, Rabu (10/2) saat rapat panitia angket yang menghadirkan Dirut Jamsostek Hotbonar Sinaga, Dirut Bank Mutiara Maryono dan Komisaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Firdaus Djaelani.

Menurut Hendrawan, berdasarkan data yang dimilikinya, sekitar 120 miliar dari Rp 412 miliar dana BUMN di Bank Century, adalah dana yang ditaruh PT Jamsostek.

Hendrawan mengemukakan, selama ini Bank Century dikenal sebagai bank tempat cuci uang, namun justru sejumlah BUMN menaruh uangnya di bank tersebut.

“Angkanya memang besar, meski tidak sangat besar, sekitar Rp 412 miliar. Mengapa dana BUMN ditaruh di situ. Ada apa,” kata Hendrawan, politisi dari PDIP.

Hendrawan mengemukakan, selain dikenal sebagai bank tempat cuci uang, Bank Century juga dikenal di kalangan bisnis sebagai bank yang pengelolaannya kurang memperhatikan unsur kehati-hatian (prudent).

Manajemennya terlalu berani melakukan langkah membahayakan, yaitu menggunakan uang nasabah untuk diputar lagi melalui kegiatan bisnis yang sifatnya spekulatif.

“Manajemen Bank Century dikenal suka spekulatif. Jadi patut dipertanyakan kalau kemudian BUMN menyimpan dananya di bank ini,” katanya.

Hendrawan mempertanyakan adanya beberapa BUMN menyimpan dana di Bank Century, padahal Menteri BUMN sudah mengimbau agar dana BUMN disimpan di bank pemerintah untuk memperkuat posisi keuangan negara.

Dirut Jamsostek Hotbonar Sinaga mengakui sebagian dana Jamsostek disimpan di Bank Century, sebelum bank ini dinyatakan sebagai bank gagal.

Keputusan Jamsostek menyimpan dana di Bank Century yang merupakan hasil merger Bank CIC, Bank Danpac dan Pico, karena sebelumnya Jamsostek telah menyimpan dana di Bank CIC sejak 2004.

Direksi Jamsostek pada tahun 2007, menerima hasil analisis risiko yang menyebutkan bahwa Bank Century sehat sehingga Jamsostek mempertahankan dananya di Bank Century.

Namun pada November 2008, Direksi Jamsostek mendengar kondisi Bank Century sebagai bank gagal sehingga dana Jamsostek dalam bentuk deposito kemudian ditarik.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN INDUSTRI PLASTIK, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO¬†— Kementerian Riset Teknologi dan…