Selasa, 9 Februari 2010 21:07 WIB Karanganyar Share :

Lima terminal jadi prioritas rehab 2010

Karanganyar (Espos)–Lima terminal di wilayah Kabupaten Karanganyar menjadi daftar prioritas perbaikan selama tahun 2010. Selain Terminal Gondangrejo yang akan direhab total, empat terminal berbeda direncanakan dilengkapi dengan sarana prasarana penunjang.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Karanganyar, Nunung Susanto, menyebutkan keempat terminal yang juga termasuk prioritas adalah Terminal Tawangmangu, Terminal Ngargoyoso, Terminal Tegalgede, dan Terminal Palur.

Dia mengatakan, meski secara umum fungsi dasar sudah berjalan, fasilitas-fasilitas tersebut memerlukan penambahan sarana penunjang guna peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Dari 11 terminal di Karanganyar, memang baru lima yang kami rencanakan perbaikannya. Itu pun belum bisa ditentukan secara persis kapan waktu pelaksanaannya karena masih menunggu kepastian bantuan dari pemerintah pusat. Termasuk Juklak (petunjuk pelaksanaan) dan Juknis (petunjuk teknis)-nya,” ungkapnya ditemui Espos di Kantor Dishubkominfo, Selasa (9/2).

Nunung memaparkan, Terminal Gondangrejo harus direbab total karena dipindah dan menempati lokasi baru di bekas kantor kecamatan setempat. Proyek tersebut diharapkan bisa terlaksana bersamaan dengan kegiatan pembangunan Pasar Tuban yang juga direncanakan terealisasi tahun 2010 ini. Namun demikian menyangkut alokasi dana yang dibutuhkan, Nunung mengatakan masih dalam perhitungan.

Pada bagian lain terkait empat terminal berbeda yang ditambah dengan prasarana penunjang, Nunung menjelaskan kelengkapan yang akan disediakan di antaranya adalah tempat atau ruang tunggu penumpang, perbaikan mushola, serta pembuatan pagar keliling dan saluran air. Khusus untuk Terminal Palur, prasarana itu penting menyusul rencana pengoperasian bus rapid transit (BRT) di Kota Solo.

try

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…