Selasa, 9 Februari 2010 22:46 WIB Boyolali Share :

Jaswadi-Edi Sutedjo resmi daftarkan Bupati-Cawabup Boyolali

Boyolali (Espos)--Pasangan Jaswadi-Edi Sutedjo, memastikan mendaftarkan diri sebagai bakal calon (Balon) bupati dan wakil bupati (Wabup) dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Boyolali tahun 2010, melalui jalur independen.

Jaswadi, yang merupakan salah seorang tokoh masyarakat dari Boyolali bagian utara, menggandeng Edi Sutedjo, yang berprofesi sebagai wartawan di salah satu media cetak itu, secara simbolis telah menyerahkan bukti dukungan terhadap Balon bupati dari jalur perseorangan, kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali, Selasa (9/2).

Jaswadi mengemukakan dirinya berniat maju sebagai calon bupati (Cabup) karena merasa prihatin dengan kesenjangan yang dirasakan masyarakat Boyolali, khususnya di wilayah bagian utara.

“Jika saya nanti terpilih menjadi bupati Boyolali, saya akan mengubah keadaan sesuai cita-cita proklamasi, terutama kesenjangan ekonomi yang sampai sekarang dirasakan sebagian besar warga di wilayah Boyolali bagian utara. Salah satunya adalah untuk program rehabilitasi jalan-jalan rusak di wilayah tersebut yang hingga kini belum tertangani,” ungkap Jaswadi ketika ditemui wartawan di sela-sela penyerahan bukti dukungannya kepada KPU.
Pasangan Jaswadi, Edi Sutedjo atau yang akrab dipanggil Tejo, menambahkan, dengan pencalonan ini pihaknya ingin membuktikan bahwa demokrasi tidak harus mahal.

Pihaknya ingin menepis bahwa demokrasi termasuk penyebab munculnya koruptor mengingat ada biaya atau cost politik yang besar, sehingga calon yang lolos terpancang untuk mengembalikan modal. Dengan kondisi itu, menurut Tejo yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Boyolali tersebut, dapat mendorong munculnya bibit-bibit potensi korupsi.

”Pak Jaswadi merupakan tokoh yang sederhana, dari kalangan masyarakat biasa, dan dukunganmengalir tanpa ada tendensi apapun,” terang Tejo.

Dalam kesempatan itu, Jaswadi menyatakan baru menyerahkan sebagian data dukungan sebagai penyerahan secara simbolis. Namun, Jaswadi memastikan pihaknya akan melengkapi bukti dukungan tersebut pada hari yang sama.

Saat menyerahkan secara simbolis bukti dukungan yang diperolehnya kepada KPU, Jaswadi mengaku sudah memenuhi persyaratan untuk bisa mencalonkan diri sebagai bupati dari jalur independen, salah satunya bukti dukungan dari masyarakat minimal sebanyak 30.036 penduduk. Bahkan menurutnya, pihaknya sanggup mengumpulkan dukungan lebih dari yang dibutuhkan untuk persyaratan pencalonan bupati dari jalur perseorangan tersebut.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Boyolali, Ribut Budi Santoso, menyambut baik penyerahan bukti dukungan pencalonan perseorangan tersebut.

“Sesuai ketentuan kami akan melakukan verifikasi, baik secara administratif kelengkapan, kemudian disusul dengan verifikasi faktual ke lapangan,” imbuh Ribut.

sry

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…