Senin, 8 Februari 2010 13:23 WIB News Share :

Surat sita dokumen kerja soal Century terbit


Jakarta-
-Pansus Century sudah menerima petikan surat dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat untuk keperluan menyalin dokumen kerja instansi. Penyitaan dokumen kerja dilakukan untuk melengkapi data yang pansus perlukan.

“PN Jakpus sudah mengirimkan petikan surat untuk penyitaan dokumen,” kata Wakil Ketua Pansus Century Gayus Lumbuun dalam rapat Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/2).

Politisi senior dari PDIP ini menolak memaparkan rincian surat penetapan penyitaan dan kapan penerbitannya oleh PN Jakpus. Tetapi yang pasti dokumen kerja yang akan disalin adalah dokumen kerja milik BPK, KSSK, BI dan PT Bank Century Tbk.

“Penyalinan itu akan dilakukan pimpinan pansus bersama PN Jakpus, juru sita dan perwakilan fraksi. Maka setelah ini, kita akan minta nama-nama yang akan jadi saksi dari setiap fraksi,” sambungnya.

Abaikan AS, Ahmadinejad Perintahkan Pengayaan Uranium Dimulai
Reporter: Rita Uli Hutapea

detikcom – Teheran, Abaikan desakan AS dan sekutu-sekutunya, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad telah memerintahkan Organisasi Energi Atom Iran untuk memulai proses pengayaan uranium untuk digunakan sebagai bahan bakar nuklir.

Perintah Ahmadinejad itu disampaikan dalam pidato dan ditujukan kepada Ali Akbar Salehi, yang memimpin badan energi atom negeri tersebut.

“Saya minta Dr Salehi untuk memulai pekerjaan produksi 20 persen bahan bakar,” kata Ahmadinejad.

Namun diimbuhkan Ahmadinejad seperti dilansir Al Jazeera, Senin (8/2): “Pintu untuk interaksi masih terbuka.”

Namun tak lama kemudian Salehi mengumumkan, Iran akan mulai memproduksi 20 persen bahan bakar nuklir yang diperkaya pada Selasa, 9 Februari.

“Kami akan menyerahkan surat resmi kepada IAEA (Badan Energi Atom Internasional) yang memberi tahu bahwa kami akan mulai membuat 20 persen bahan bakar yang diperkaya mulai Selasa,” kata Salehi pada saluran tevisi Iran berbahasa Arab, al Alam.

Pernyataan Ahmadinejad ini membingungkan sebab belum lama ini pemerintah Iran mengindikasikan kesediaannya untuk mengirimkan material nuklirnya ke luar negeri untuk diubah menjadi bahan bakar nuklir dan setelah itu dikirimkan kembali ke Iran.

Negara-negara Barat menginginkan agar proses pengayaan uranium itu berlangsung di luar Iran sehingga ketakutan akan program senjata nuklir bisa dihilangkan dan rencana nuklir Iran bisa lebih dimonitor.

Pemerintah AS dan Eropa menuding Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun pemerintah Iran bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. DISTRIVERSA BUANAMAS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…