Senin, 8 Februari 2010 21:43 WIB Sukoharjo Share :

Dewan Sukoharjo Kunker ke Bali telan Rp 1 miliar

Sukoharjo (Espos)–Provinsi Bali menjadi tujuan kunjungan kerja (Kunker) empat komisi legislatif pada Januari tahun ini. Menurut catatan rencana kerja anggaran (RKA) Sekretariat Dewan (Sekwan), anggaran Kunker  senilai Rp 1 miliar digunakan untuk studi banding ke luar Jawa.

Sementara itu berdasar pantauan, Senin (8/2) giliran komisi IV dan komisi III yang berangkat ke Provinsi Bali. Meski tujuan mereka sama yaitu Provinsi Bali namun lokasi yang dikunjung berbeda. Sebelum keberangkatan komisi III dan komisi IV ini, komisi II dan komisi I sudah mengunjungi provinsi tersebut.

Sekretaris komisi I, Syarif Hidayatullah menerangkan, Kunker di Bali adalah agenda semua komisi. ”Sebelumnya komisi I juga sudah ke Bali yang disusul komisi II. Sekarang ini giliran komisi III dan komisi IV,” jelasnya ketika dijumpai wartawan di Gedung Dewan, Senin.

Syarif menambahkan, untuk kegiatan Kunker masing-masing anggota dewan mendapat uang saku senilai Rp 5 juta. Selebihnya senilai Rp 3 juta lebih digunakan untuk transportasi serta akomodasi.

”Yang kami dapat untuk uang saku memang senilai Rp 5 juta. Sisanya senilai Rp  3 juta lebih untuk biaya penginapan, transportasi dan lainnya. Namun karena waktu itu saya tidak ikut ke Bali, jadi uang saya kembalikan,” jelas dia.

Masih berkaitan dengan Kunker anggota dewan, anggota komisi I Agus Sumantri menjelaskan hal senada. ”Memang semua komisi punya agenda Kunker ke Bali. Khusus komisi I tujuannya waktu itu di Jembrana serta Badung,” jelas dia.

Untuk Kunker ke Jembrana, Agus menjelaskan, komisi IV mengunjungi Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga dan Pariwisata. Sementara ketika di Badung, yang menerima mereka adalah staf ahli bupati bidang pemerintahan.

aps

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…