Senin, 8 Februari 2010 12:23 WIB News Share :

15 Ribu senjata diproduksi tiap tahun


Depok–
PT Pindad sudah bisa memproduksi sekitar 14.000-15.000 pucuk senjata berbagai jenis per tahun. Keluaran terbarunya adalah senjata api laras panjang seri SS2-V2 Telescope, pistol G2-Combat dan Elite.

“Kapasitas produksi pabrik antara 14.000-15.000 senjata,” kata Direktur Produksi Alutsista PT Pindad, Slamet Irianto, kepada wartawan di sela-sela Lomba Menembak Piala KSAD 2010 di Markas Komando Divisi Infanteri I Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (8/2).

Menurut Slamet, dari angka produksi itu, TNI paling tidak memesan sekitar 10.000 pucuk senjata. Selebihnya, dipasarkan ke luar negeri secara resmi atau melalui promosi. “Paling dekat ke Singapura, Thailand dan Filipina, tapi hanya 10 atau 20 pucuk saja,” jelasnya.

Slamet menampik kemungkinan senjata Pindad beredar di pasar gelap. “Oh tidak, tidak. Kita mengenalkan produk kita ke luar negeri,” tegasnya. Selain senjata, lanjut Slamet, sejumlah peralatan militer seperti panser juga terus diproduksi sebagai kelanjutan pemesan pihak TNI.

Beberapa jenis baru senjata buatan Pindad antara lain seperti Pistol G-2 Elite 9×19 mm, G-2 Combat 9×19 mm, Pistol Mitraliur dan P2-V2 dengan standar peredam suara yang lebih dulu diproduksi. Untuk senapan serbu baru ada jenis SS2-V2 Telescope dan sejumlah varian SS1, Senapan Runduk, Senapan Mesin Ringan, Senapan Mesin Sedang, Pelontar Granat (GLM), Silent Mortir, Shotgun dan sejumlah aksesoris lainnya.

Dalam lomba menembak, Komandan Pusat Seni Infanteri (Pusenif) Mayjen TNI Soenarko mengatakan, senjata pindad baru jenis SS2-V2 ikut dilombakan. “Biasanya seri SS lama menggunakan alat pisir dabn penjarak untuk menentukan target sasaran, sekarang sudah menggunakan teleskop,” jelasnya.

Sementara menurut sumber di kalangan TNI AD, senjata jenis ini sebenarnya belum dipesan. Hanya merupakan demo atau unjuk kebolehan sebagai uji coba. Namun senjata ini kabarnya sudah dimiliki beberapa pucuk oleh Pasukan Khusus TNI AD.

“Senjata ini lebih ringan, bahan dari alumunium. Ini murni karya Pindad. Memang ini perpaduan antara AK-47, M-16 dan SS1 di tambah teleskop untuk memudahkan penembakan pada target,” ungkap salah seorang karyawan PT Pindad.

Guna menyiapkan bibit penembak handal di ajang internasional, TNI AD menyelenggarakan loma tembak Piala KSAD 2010. Lomba tembak ini diikuti 17 kontingen dari seluruh Komando Militer (Kodam) se-Indonesia, juga diikuti para perwira tinggi serta wartawan.

“Melalui pembinaan yang berencana, teratur, terarah, dan berlanjut, diharapkan dapat meraih prestasi yang tinggi dalam berbagai even penting di masa yang akan datang,” kata Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Letjen TNI Suryo Prabowo dalam sambutannya.

Menurut Suryo, Lomba Tembak Piala KSAD tahun ini melibatkan wartawan dalam lomba untuk meningkatkan silaturahmi. Ada berbagai nomor perlombaan antara lain lomba tembak jenis pistol eksekutif untuk perwira tinggi, pimpinan media dan wartawan. Ada juga berbagai kelas menembak pistol putra dan putri. Selain itu ada juga lomba tembak dengan berbagai jenis senapan.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…