Minggu, 7 Februari 2010 10:37 WIB News Share :

Lukisan dari pelepah pisang diminati warga asing

Cimahi– Ditangan seorang kakek, Ade Mulayana (64), warga Jalan Amir Mahmud  kelurahan Karangmekar, kecamatan Cimahi Tengah, kota Cimahi, sebuah pelepah pisang “disulap” menjadi sebuah karya seni yakni menjadi sebuah lukisan dan tampaknya diminati oleh warga asing.

“Kalau melukis yang digambar dengan media cat minyak atau cat air, sudah biasa, tapi kalau media yang digunakan pisang itu berbeda dan ada tantangan tersendiri,” kata Ade, Sabtu.

Meski sudah memasuki usai yang tidak muda lagi, jari-jemari Ade yang sudah keriput, masih terampil membentuk sebuah motif lukisan dengan media pelepah pisang.

Ia mengatakan, hingga saat ini, dirinya sudah menghasilkan ribuan lukisan yang sudah dijual diseluruh Indonesia , seperti Surabaya, Medan, Jakarta, Surabaya, Pulau Kalimantan hingga Pulau Bali.

“Alhamdulilah lukisan bapak sudah menglanglang buana di Indonesia, bahkan, beberapa waktu lalu, ada warga Cina yang tertarik dengan lukisan tiga dimensi berbentuk naga berukuran 2,4 meter kali 1,2 meter,” kata kakek enam cucu tersebut.

Menurutnya, lukisan yang dipesan oleh warga Cina tersebut akan ia jual dengan harga Rp 150 juta.

“Kalau dilihat dari harga memang terdengar sangat mahal, tapi namanya juga kecintaan terhadap seni, jika berbicara masalah seni, harga bukanlah sebuah ukuran,” kata Ade.

Ia mengaakan, hampir 40 tahun lebih telah bergelut dengan dunia seni. Kecintaanya terhadap seni lukis bermula hobi melukis yang sudah ada sejak ia kecil.

“Saya tidak berguru pada siapa pun, bapak belajar sendiri bisa melukis ini, karena sejak kecil bapak hobi melukis,” katanya.

Digunakannya media pelepah pisang sebagai media lukisan bermula ketika ia beranjak dewasa yang gemar menaiki gunung.

“Selain menggambar, saya juga hobi mendaki gunung. Saat mendaki sebuah gunung dan ketika hendak beristirahat di sebuah kebun pisang, saya terpukau dengan pantulan sinar matahari dari pohon pisan,” katanya.

Terlihat pantulan warna-warni yang indah dari pohon pisang yang terkena sinar matahari, nah dari situlah muncul ide membuat lukisan dengan pelepah pisang, tambahnya.

Untuk membuat sebuah lukisan dari pelepah pisang, tidaklah terlalu rumit, yakni sebelum digunakan, pelepah tersebut harus dikeringan dengan cara dijemur di bawah sinar matahri.

“Dari proses penjemuran itu, masing-masing pelepah pisang akan menghasilkan warna-warni khas alam yang berbeda,” kata Ade.

Setelah pelepah pisang dijemur, barulah dengan bermodalkan lem dan tripleks, Ade akan langsung membuat sebuah lukisan dari pelepah pisang.

Satu buah lukisan dengan tema pemandangan dari pelepah pisang, bisa ia selesaikan dalam waktu tiga hingga empat bulan.

Kini, ribuan lukisan unik dan bernilai seni tinggi buatan Ade, ia pajang di galeri kecil yang terletak di depan rumahnya.

ant/isw

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi mebel, Drafter, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…