Jumat, 5 Februari 2010 17:37 WIB Boyolali Share :

Dewan desak pencairan dana talangan LUEP

Boyolali (Espos)–DPRD Kabupaten Boyolali mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat segera mencairkan dana talangan Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP), menjelang datangnya masa panen raya pada bulan Februari-Maret tahun ini.

Cairnya dana itu dalam waktu dekat dinilai penting untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah saat panen raya tersebut.

“Tujuan utama program LUEP ini untuk membantu para petani, terutama pada masa panen raya agar harga gabah tidak jatuh. Namun bila dilihat dari pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, seringkali pencairan dana tersebut terlambat. Saat masa panen sudah selesai, dana itu baru turun. Dengan kondisi seperti itu, tentunya program itu akan sia-sia. Untuk itu kami meminta Pemkab segera mencairkan dana tersebut, mengingat masa panen raya yang akan mulai pada pertengahan bulan Februari ini,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Boyolali, Tugiman, ketika ditemui wartawan di Gedung DPRD setempat, Jumat (5/2).

Tugiman menyebutkan tahun 2010 ini dana LUEP yang dialokasikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk Kabupaten Boyolali senilai Rp 3 miliar tanpa dana pendamping dari APBD II.

Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 2009 tertanggal 29 Desember 2009, HPP gabah kering panen dari petani dihargai senilai Rp 2.640/kilogram (kg) dan Rp 2.685/kg di rice mil (penggilingan padi). Sedangkan harga gabah kering giling di tingkat petani HPP ditentukan senilai Rp 3.300/kg dan di Gudang Bulog HPP senilai Rp 3.345/kg.

sry

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…