Kamis, 4 Februari 2010 18:58 WIB News Share :

Uji Materi UU No 5/1969, kerugian konstitusional pemohon dipertanyakan

Jakarta–Kerugian konstitusional atas berlakunya UU 5/1969 tentang Pencegahan Penodaan/penistaan Agama pemohon dipertanyakan berbagai pihak. Pemohon diminta menjelaskan alasannya mengajukan uji materi UU tersebut.

“Kami meminta penjelasan terkait kerugian pemohon atas berlakunya UU tersebut,” kata hakim konstitusi Arsyad Sanusi dalam sidang di Mahkamah Konstiusi, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis, (4/2).

Kesanksian kerugian pemohon juga dilontarkan pemerintan yang diwakili oleh Menteri Agama Suryadharman Ali. Menurut Suryadarma, pihaknya telah melakukan penelusuran identitas pemohon telah memeluk agama tapi para pemohon tidak dalam posisi terganggu dalam menjalankan keyakinanya.

“Jadi kami minta hakim MK memutuskan untuk menolak uji materi ini,” tambahnya.

Menurut para pihak terkait, seperti dari Muhamadiyah, Abdul Mu’ti, para pemohon tidak layak mengajukan gugatan karena mereka berasal dari LSM nonkeagamaan. Selain itu, para pemohon tidak benar-benar terlanggar hak konstitusionalnya.

“Kalau yang duduk sebagai pemohon Lia Eden, itu malah cocok. Karena dia pernah dihukum dengan pasal penodaan agama,” ujarnya usai sidang.

Dicecar pertanyaan tersebut, pemohon dari Persatuan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI), Syamsudin Radjab, yang diajukan ke MK adalah UU sebagai cita-cita Negara berdasarkan hukum. Bukan mempermasalahkan kedudukan agama atau tentang agama yang menyalahi konstitusi. Sidang akan dilanjutkan pada Rabu, 10 Februari dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli dan saksi.

“Sebagai LSM, organisasai kami juga pernah mengajukan gugatan ke MK tentang privatisasi air, listrik dan sebagainya. Dan itu tidak ada masalah,” belanya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…