Kamis, 4 Februari 2010 14:04 WIB News Share :

Frans Seda diusulkan jadi pahlawan nasional

Kupang–Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur akan menggelar seminar nasional sehari, untuk mendapat masukan mengenai perjalanan karier almarhum Frans Seda, sebelum diusulkan kepada pemerintah pusat untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

“Saya sudah minta supaya segera digelar seminar nasional untuk mendapat masukan-masukan dari berbagai pihak tentang almarhum Frans Seda,”kata Gubernur Frans Lebu Raya di Kupang, Kamis (4/2).

Dia mengatakan, dari seminar ini akan lahir rekomendasi yang menjadi salah satu syarat untuk mengusulkan almarhum sebagai pahlawan nasional.

Menurut rencana, katanya, salah satu tokoh yang akan diundang untuk menjadi pembicara adalah Pemimpin Umum sekaligus salah seorang pendiri Harian Kompas Jacob Oetama.

Jacob Oetama menurut Lebu Raya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan almarhum, yang juga dinilai berjasa dalam mendirikan dan membangun Harian Umum Kompas.

“Tentu ada budayawan nasional juga yang akan diundang untuk menjadi pembicara selain tokoh-tokoh Nusa Tenggara Timur yang ada di daerah ini dan kalangan kampus,” kata Lebu Raya.

Gubernur juga meminta agar paling lambat Mei mendatang, usulan untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional sudah disampaikan kepada Kementerian Sosial sehingga bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada bulan November, bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…