Rabu, 3 Februari 2010 07:59 WIB Ah Tenane Share :

Senyum Lanjar

Kisah nyata yang lucunya pol ini terjadi beberapa waktu lalu ketika sedang heboh-hebohnya kasus Lanjar. Sebagai wartawan baru yang masih kurang pengalaman, Jon Koplo, seorang wartawan lepas sebuah stasiun televisi swasta nasional yang bertugas di Solo ini memang harus banyak belajar.
Kejadian konyol ini menimpa Jon Koplo ketika meliput peristiwa pulangnya tersangka kasus kecelakaan lalu lintas, Lanjar Sriyanto, di rumahnya di daerah Jajar. Saat itu Lanjar yang baru pulang dari tahanan langsung memeluk anaknya, Warih Waluyo. Adegan demi adegan pun mulai diabadikan Jon Koplo dengan handycam-nya.
Pada saat Lanjar memeluk anaknya tersebut, Koplo bersama Tom Gembus, temannya sesama wartawan, mencoba mendekati dan  menyapa Warih yang menangis dan berusaha menanyainya. Sejurus kemudian Jon Koplo mulai bertanya, ”Dik Lanjar, senang ya sudah ketemu bapaknya? Dik Lanjar, senyum dong!” katanya mantap. Sementara Lanjar sendiri sudah njegeges tersenyum sedari tadi.
”Dik Lanjar…! Dik Lanjar…! Senyumnya mana?” tanya Koplo lagi.
Mendengar ada kejanggalan tersebut, seorang ibu yang berada di dekat Koplo menyahut, Dik Warih Mas, bukan Dik Lanjar. Lanjar itu bapaknya!” terang ibu tersebut.
Kontan saja para wartawan lain yang meliput peristiwa itu pada ngguyu ngakak, tak terkecuali Tom Gembus.
”Oalah Plo… Plo! Lain kali kenalan dulu sama Pak Lanjar, ben ora kisinan ha-ha-haaaa…” ejeknya.
Sementara itu Jon Koplo yang sudah ngomong banter tur salah itu langsung merah mukanya, kemudian mematikan handycam-nya lalu ngacir keluar rumah tanpa permisi. Kiriman Muhammad Fijar Sulistyo, Sedahromo Lor RT 01/RW VII Kartasura, Sukoharjo 57167

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…