Rabu, 3 Februari 2010 15:54 WIB Ekonomi Share :

Rupiah sore tembus Rp 9.300 per dolar

Jakarta– Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu menguat menembus angka Rp9.300 per dolar. Hal ini karena pelaku terus membeli rupiah akibat besarnya dana asing yang masuk ke pasar saham dan sekuritas.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar menguat menjadi Rp9.299-Rp9.319 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.355-Rp9.365 atau naik 56 poin.

Pengamat ekonomi dari Indef, Aviliani di Jakarta, Rabu mengatakan, besarnya dana asing yang masuk ke pasar belum dapat dimanfaatkan oleh pemerintah sehingga sektor riil masih belum berperan dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi lebih baik.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup positif, namun belum bisa memberikan lapangan kerja baru dan mengurangi kemiskinan,” katanya.

Menurut dia, dana asing yang masuk ke pasar saham memicu indeks BEI kembali di atas angka 2.600 poin yang sebelumnya sempat mendekati angka 2.700 poin. Karena pasar saham Indonesia merupakan pasar yang lebih menarik dari pasar Asia lainnya.

Aktifnya pelaku asing bermain di pasar domestik, menurut Aviliani yang juga komisaris Bank BRI, karena resikonya relatif kecil dan kapitalisasi saham cukup besar yang didukung pula oleh  selisih bunga rupiah terhadap dolar.

“Kami optimis rupiah akan terus menguat hingga mendekati angka Rp9.200 per dolar, ucapnya.

Sementara itu pengamat pasar lainnya, Edwin Sinaga mengatakan, permintaan rupiah cukup besar menyusul masuknya dana asing ke pasar domestik.

Selain itu, membaiknya euro terhadap dolar, akibat berkurangnya kekhawatiran atas masalah Yunani juga mendorong pelaku lokal cenderung membeli rupiah.

Ia mengatakan, besarnya permintaan rupiah diperkirakan masih berlanjut sehingga peluang rupiah untuk kembali menguat masih cukup besar. “Kami optimis pasar masih meresponnya sehingga rupiah akan kembali menguat,”ucapnya.

ant/isw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…