Rabu, 3 Februari 2010 12:07 WIB News Share :

Herman Sarens batal disidang


Jakarta-
-Persidangan Brigjen (purn) TNI Herman Sarens terkait kasus penggelapan aset TNI dijadwalkan Rabu ini. Namun Herman masih dirawat di rumah sakit. Pomdam Jaya masih menunggu keterangan sehat dari dokter baru bisa menyidangkannya.

“Masih di rumah sakit. Kita nunggu keterangan sehat dari dokter,” ujar Kepala Ajudan Jenderal Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya Kolonel Caj Dudik Satriyo Wiyono, Rabu (3/2).

Dudik mengatakan, sidang Herman akan tetap dilaksanakan. Namun harus mempertimbangkan kondisi kesehatan Herman. Sejak masuk rumah sakit, Herman sudah 3 kali cuci darah.

“Kalau keterangan dokter sehat ya kita berangkat. Saya belum tanya ke dokter (kondisi Herman) hari ini. Kita harapkan semakin membaiklah,” jelasnya.

Brigjen (Purn) TNI Herman Sarens Soediro dijadwalkan disidang di Pengadilan Militer Rabu ini. Untuk kali pertama Herman akhirnya bisa dibawa ke meja hijau.

“Dijadwalkan hari ini, tapi belum tahu apa beliau bisa hadir atau tidak,” kata Kapuspen TNI Marsekal Sagom Tamboen melalui telepon.

Sidang rencananya digelar pukul 10.00 WIB, di oditur militer di Pulo Gebang, Jakarta Timur. “Karena menurut dokter sudah bisa,” tambahnya.

Saat ini Herman berstatus masih dalam pengawasan pihak TNI, termasuk penilaian kesehatan oleh tim dokter.

Sebelumnya Herman sempat dijemput paksa dari rumahnya di Taman Telaga Golf, Tangerang, Banten. Herman akhirnya mau menyerahkan diri pada Propam Jaya pada 19 Januari 2009 lalu. Dia menyerahkan diri setelah lebih dari 24 jam dikepung.

Herman diduga melakukan korupsi. Pria 80 tahun ini diduga menguasai tanah-tanah milik TNI saat dia menjadi Komandan Korps Mabes TNI tahun 1970-an. Sejak 10 tahun lalu, Herman sudah dinyatakan DPO. Dia tidak pernah mau hadir saat diundang untuk sidang di Mahkamah Militer.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…