Rabu, 3 Februari 2010 10:35 WIB News Share :

Fee untuk kepala daerah rawan suap


Jakarta-
-Indonesian Corruption Watch (ICW) meminta fee yang mengalir ke rekening kepala daerah dapat dihentikan. Apalagi fee dan honor itu dinilai sebagai hadiah dalam bentuk bunga bank mengandung unsur tindak pidana korupsi.

“Imbalan yang diterima pejabat daerah sebagai hadiah bunga atas dana APBD yang disimpan di setiap pemerintah daerah saya nilai tidak tepat. Apalagi jika uang tersebut dinilai sebagai ucapan terimakasih yang dikirim secara langsung ke rekening pribadi mereka ini terlihat adanya gratifikasi dan suap,” kata peneliti ICW Tama S Langkun di kantor ICW Jl Kalibata Jakarta Selatan, Selasa (2/2) malam.

Pemberian honor ini tampaknya sudah menjadi tren. Pantauan ICW di media ada 6 Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang terbukti mengeluarkan pemberian honor ke kepala daerah dengan total Rp 360.311 M. ICW menemukan kejanggalan yang mengarah pada konflik kepentingan.

“Kepala daerah sebagai kuasa pemgeng saham di BPD memiliki kewenangan untuk menetukan arah kebijakan di BPD. Ini artinya kepala daerah berperan besar dalam mementukan kebijakan pemberian honor tidak hanya pada dirinya tapi juga pada koleganya,” tutur Tama.

Atas dasar temuan ini, ICW ingin kasus ilegal ini disusut agar tidak berkelanjutan dan menjadi pola kebiasaan di pejabat daerah.

dtc/isw

lowongan pekrjaan
TENAGA ADM KONVEKSI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO¬†— Kementerian Riset Teknologi dan…