Selasa, 2 Februari 2010 21:20 WIB Sragen Share :

Ingatkan jangan meludah, warga dibacok tetangga sendiri

Sragen (Espos)–Warga dukuh Gondang, Desa Galeh, Kecamatan Tangen, Sragen, Mariyo, 46, terpaksa dilarikan ke RSUD Sragen, lantaran mengalami luka serius di bagian kepala, tengkuk, leher, muka dan punggungnya akibat terkena sabetan golok milik Sono, 50, tetangganya sendiri, Senin (1/2) sore, sekitar pukul 16.30 WIB.

Sementara tersangka pembacokan Sono digelandang ke Mapolres Sragen oleh aparat Reskrim Polsek Tangen dan hingga Selasa (2/2) masih dalam proses pemeriksaan. Peristiwa tersebut berawal saat kedua orang berusia paruh baya itu berbincang-bincang di sebuah warung di perempatan Dukuh Gondang.

Tersangka sering kali membuang ludah di depan Mariyo, sehingga Mariyo pun merasa diremehkan. Karena tak kuat menahan amarah, Mariyo memperingatkan Sono agar jangan meludah lagi.

“Tiba-tiba Sono berdiri dan pulang ke rumah berjarak 50 meter dari rumah saya yang tak jauh dari warung itu untuk mengambil golok. Saya juga sudah persiapan dengan mengambil bambu. Setelah Sono datang tiba-tiba langsung menyabetkan goloknya itu ke arah saya. Saya pun berusaha menangkis dengan bambu yang ada. Saya sempat terjatuh dan akibatnya beberapa bagian tubuh saya terkena golok itu,” kisahnya saat ditemui Espos, Selasa (2/2) di Bangsal Mawar No 10 RSUD Sragen.

Seorang warga lainnya Sadi, yang melihat duel itu langsung menyelamatkan korban dari amukan tersangka. Korban selanjutnya dibawa lari ke RSUD untuk mendapatkan perawatan medis.
Perkelahian itu terjadi, lantaran mereka merasa tersinggung.

“Sono itu tetangga saya sendiri dan memang mudah marah saat ditegur siapa pun. Karena saya mengalami luka-luka, maka saya laporkan ke Polsek Tangen,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Sragen AKBP Drs Jawari melalui Kasatreskrim AKP Y Subandi membenarkan adanya laporan penganiayaan di wilayah hukum Polsek Tangen. Menurut dia, tersangka saat ini sudah mendekam di penjara Mapolres Sragen.

trh

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…