Selasa, 2 Februari 2010 09:27 WIB Issue Share :

Catut lagu GIGI, Multivision merasa salah

Jakarta–Band GIGI merasa dilecehkan setelah lagu ‘Ya Ya Ya’ dipakai tanpa permisi di film ‘Toilet 105’ produksi Multivision Pictures. Multivision pun mengaku salah.

“Memang ada kesalahan di pihak kami, kita juga sudah ketemu sama pihak GIGI,” jelas Aris Muda, juru bicara Multivison Plus, ketika dihubungi detikhot lewat sambungan telepon, Senin (1/2) malam.

Aris menambahkan pihaknya juga sudah meminta maaf kepada GIGI melalui kuasa hukumnya, Mada R. Mardanus. Mada pun mewakili kliennya menerima permintaan maaf Multivision. Pertemuan kuasa hukum GIGI dengan Multivison digelar di kantor Mada di Wisma Bakrie 2 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/2) petang

Soal tuntutan GIGI agar Multivision membayar Rp 5,5 miliar jika tak bertanggung jawab, Aris mengatakan hal tersebut tak akan terjadi.

“Itu dalam surat somasi, tapi kalau bicara kekeluargaan tidak segitu. Kita berdua sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, ini khilaf dan tidak ada unsur kesengajaan,” imbuhnya.

Aris mengatakan pihak Multivision sudah menempuh prosedur resmi ketika akan menggunakan lagu ‘Ya Ya Ya’ di film ‘Toilet 105’ yang disutradarai oleh Hartawan Triguna itu.

“Kita memang sudah melakukan pembicaraan, antara pihak MVP dengan pihak label jauh sebelum film itu beredar, dari pihak MVP belum tahu band GIGI sudah pidahlabel dari sony ke yang sekarang,” pungkasnya.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…