Senin, 1 Februari 2010 08:14 WIB Ah Tenane Share :

Jarinya mana?

Musim pendaftaran sekolah tahun lalu, Lady Cempluk dan Jon Koplo montang-manting ke sana-kemari sibuk mencari SMP untuk anaknya, Tom Gembus yang baru saja lulus SD.
Gembus sendiri kurang begitu mengerti repotnya cari sekolahan. Ia ngatut orangtuanya, mau disekolahkan di mana saja, manut. Ditambah lagi nilai Gembus yang pas-pasan menambah pusing orangtuanya. Mereka harus memutar otak, SMP mana yang bisa menampung nilai Tom Gembus.
Ketika pendaftaran SMP sistem online akan ditutup dua hari lagi, ijazah asli Tom Gembus belum juga turun. Mendadak pagi itu ada kabar dari SD-nya Tom Gembus, bahwa siswa disuruh cap tiga jari sekalian pengambilan ijazah asli. Padahal hari itu rencananya akan ndaftar SMP, agar masih ada kesempatan untuk cabut/pindah pilihan sekolah yang dituju.
Untuk menghemat waktu, Cempluk ngebel Jon Koplo yang waktu itu sudah telanjur masuk kerja.
”Pak, ndang balia. Minta izin sebentar buat ngambil ijazahnya Gembus,” pesan Cempluk pada suaminya. Maklum, mereka cuma punya motor satu yang sehari-harinya dipakai kerja Tom Gembus. Apalagi hari itu pas hari Jumat, hari pendek, jadi harus gerak cepat.
Saking bingungnya, begitu Jon Koplo sampai rumah Cempluk langsung nyengklak di boncengan motor suaminya menuju SD. Sampai di sana sudah banyak siswa dan orangtua yang antre menunggu giliran. Ketika sudah pukul 10.30 WIB, akhirnya datang juga gilirannya.
”Tom Gembus!” panggil Pak Guru meminta muridnya untuk cap tiga jari. Saat itulah Cempluk baru ingat, ”Masya Allah…! Anakku ketinggalan di rumah!” pekiknya.
Buru-buru Cempluk menyuruh suaminya untuk menjemput anaknya. ”Gimana ta Bu? Mau cap tiga jari kok yang punya jari malah keri,” celetuk ibu-ibu yang lain sambil tertawa.
”Kemrungsung kok Bu!” jawab Cempluk tersipu malu.  Kiriman Taufan Putra P, SMP Negeri 9 Solo, Jl Brondongan, Serengan, Solo.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…