Senin, 1 Februari 2010 14:38 WIB Ekonomi Share :

Indonesia siap jadi basis produksi TV di Asia

Cikarang--Toshiba Electric Ltd melalui perwakilan usahanya di Indonesia yaitu PT Toshiba Consumer Products Indonesia (TCPI) akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi produk televisi LCD di Asia. Toshiba telah menutup pabriknya di Vietnam dan akan memfokuskan produksi TV-nya di Indonesia.

“Mereka akan jadikan Indonesia sebagai basis produksi TV di Asia,” kata Direktur Industri Elektronika Kementerian Perindustrian Syarif Hidayat saat ditemui disela-sela acara peluncuran produk TV-LCD Toshiba yang ke 1,5 juta di Cikarang, Senin (1/2).

Syarif menjelaskan, salah satu pertimbangan Toshiba hengkang dari  Vietnam, kemudian memilih Indonesia sebagai basis produksinya karena pertimbangan tenaga kerja yang lebih baik. Tenaga kerja Indonesia dinilai memiliki tenaga kerja yang mudah dan patuh untuk dididik. Selain itu tingkat keluar masuk (turn over) tenaga kerja lebih rendah dibandingkan Vietnam.

“Kalau di Vietnam ketika orang tuanya panen padi, mereka keluar bekerja, setelah itu masuk lagi setelah panen,” katanya.

Mengenai TCPI, sejak tahun 2004 lalu Toshiba telah bermigrasi memproduksi TV LCD dari TV tabung, hingga saat ini produksi TV LCD telah mencapai 1,5 juta unit sejak berdiri 1996 lalu. Beberapa produk TV-LCD  Toshiba sebagian di pasarkan di dalam negeri selebihnya diekspor ke China, Korea, Timur Tengah dan Oceania.

Sementara itu Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan selama 15 tahun di Indonesia, Toshiba sudah berinvestasi sebesar  US$ 156,6 juta yang menempati kawasan 124.000 hektar di Cikarang dengan 750 orang karyawan.

“Hal ini sesuai dengan rencana akan terus dikembangkan dan akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi TV-LCD merek Toshiba, yang berarti akan memberikan kesempatan penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak,” kata Hidayat.

dtc/isw

PERSONALIA, ADMIN, QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…