Senin, 1 Februari 2010 18:58 WIB Ekonomi Share :

Indonesia jadi incaran produksi elektronik dunia


Cikarang-
-Beberapa produsen elektonika dunia mulai menunjukan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya. Prinsipal produk elektronik dunia seperti Sanyo, Toshiba, Changhong menunjukan keinginan kuat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi.

“Mereka sudah mulai, gejalanya Indonesia sudah dianggap kompetitif,” kata Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam acara kunjungannya di pabrik Toshiba, Cikarang, Senin (1/2).

Hidayat mengatakan selain pertimbangan kompetitif dibidang tenaga kerja, Indonesia cukup memiliki pasar yang besar. Bahkan kata dia, daya beli disektor  elektronika pasar dalam negeri saat ini mengalami peningkatan hingga 7% per tahun meski dibayang-bayangi krisis global beberapa waktu lalu.

“Tenaga kerja kita gampang dilatih dan terampil,” katanya.

Namun Hidayat mengakui saat ini Indonesia masih dihadapi oleh perseolan keterbatasan infrastruktur, yang membuat melemahnya daya saing Indonesia dibidang infrastruktur dengan negara-negara lain. Misalnya yang perlu dicermati adalah soal suku bunga yang tinggi, tingginya komponen bahan baku impor, pungli, pasokan listrik dan lain-lain.

“Kelemahan kita high cost,” katanya.

Saat ini kata dia, jumlah industri yang menghasilkan produk elektronika dan komponen terdapat sekitar 235 perusahaan. Diharapkan pertumbuhannya akan mencapai 10% per tahun dalam periode 2010-2014 dengan kemampuan serapan tenaga kerja sebanyak 150.000 orang.

dtc/isw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…