Senin, 1 Februari 2010 13:15 WIB News Share :

Clas Mild
tidak ada bahan yang aneh


Jakarta–
Pihak Clas Mild heran dengan insiden rokok meledak yang menimpa Andi Susanto. Kasus yang menyebabkan 5 gigi Andi rontok itu baru kali pertama terjadi.

“Kasusnya ini agak aneh, dan ini baru pertama kali terjadi. Poduksi kami tidak melibatkan tangan orang,” terang Manajer Promosi rokok Clas Mild Iwan Sulistyo, Senin (1/2).

Dia menjelaskan, Clas Mild sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, untuk menyelidiki kasus ini. Mengingat pengakuan Andi, rokoknya sudah dibuka dan sudah sampai pada batang yang ketiga.

“Masalahnya apa kita belum tahu. Kita sudah menghubungi pihak kepolisian dan masih menunggu hasil penelitian,” terangnya.

Iwan menegaskan pihaknya juga telah memberikan bantuan kepada Andi, untuk biaya pengobatan. “Ini sebagai empati dan keterangan yang kita dapat, tidak ada ledakan,” imbuhnya.

Dia menjamin, seperti halnya produsen rokok lain, tidak ada bahan yang aneh pada rokok Clas Mild. “Sama sekali tidak ada bahan yang aneh-aneh, makanya agak aneh kalau ada yang meledak. Dan ini hanya satu kasus saja. Ini kesalahan di mana kita tidak tahu,” tutupnya.

Andi Susanto (31) kehilangan lima giginya dan menerima 51 jahitan di bibir setelah rokok yang diisapkannya, Clas Mild produksi PT Nojorono, meledak pada 28 Januari 2010. Andi adalah satpam yang bekerja di Cibitung, Bekasi.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…