Minggu, 31 Januari 2010 20:08 WIB Pendidikan Share :

Walikota batasi RSBI

Solo (Espos)–Walikota Solo, Jokowi menunggu hasil tim evaluasi terhadap perkembangan dan pelaksanaan rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) di Kota Solo.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut pihaknya akan memutuskan apakah RSBI akan dipertahankan atau dihapus.

Meskipun kebijakan RSBI tersebut merupakan wewenang pemerintah Pusat namun demikian Jokowi akan mengevaluasi pelaksanaan RSBI di Kota Solo. Dia mengatakan, sejumlah tim dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) telah diterjunkan, dalam hal ini Kota Solo merupakan patokan pelaksanaan RSBI di tingkat daerah. Apabila pelaksanaan RSBI tersebut dinilai masih karut marut dan belum memberikan pembelajaran yang lebih unggul di bandingkan pelaksanaan sekolah reguler maka pihaknya bersikeras akan hapus RSBI.

“Ya bisa saja dihapuskan, bila siswa yang bersekolah disana terbukti tidak memiliki kemampuan yang lebih unggul,” papar dia ketika dijumpai wartawan seusai acara Meet Mr Meyer di SMK Kristen 2 Solo, Sabtu (30/1).

Dia mengatakan, pelaksanaan program pendidikan yang merupakan kebijakan daerah maupun Pusat ini harus dievaluasi secara berkesinambungan. Jokowi mengaku sepakat untuk membatasi keberadaan RSBI mengingat untuk memenuhi sarana prasarana maupun kompetensi guru dilakukan secara bertahap.

“Persisnya begitu (RSBI dibatasi), tidak mungkin kebutuhan guru langsung dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa,” papar dia.

Lebih lanjut mengenai keberadaan lembar kerja siswa (LKS), sambung dia, hal tersebut masuk dalam pembahasan tim evaluasi. Menurutnya, keberadaan LKS itu harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa mengingat hal itu bukan merupakan kebutuhan pelengkap. Dia menyayangkan, apabila keberadaan lembar latihan yang berisi materi pengayakan pelajaran itu justru membebani siswa.

das

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…