Minggu, 31 Januari 2010 23:46 WIB News Share :

Transmigran asal Grobogan terlantar di Bengkulu

Grobogan (Espos)–Nasib 20 kepala keluarga (KK) warga Kabupaten Grobogan yang bertransmigrasi ke Desa Teluk Anggun, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara merana. Pasalnya mereka tidak mendapatkan tanah dan hak yang sesuai dijanjikan sebelum diberangkatkan sebagai transmigran.

Bahkan dari informasi yang dihimpun, Sabtu (30/1), para transmigran yang berangkat tahun 2009 lalu itu terlantar karena dana untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari mulai menipis.

Menurut Ketua Angkatan II Transimigrasi Bengkulu dari Kabupaten Grobogan tahun 2009, Muh. Darmono, Sabtu menjelaskan, selain 20 KK dari Kabupaten Grobogan, juga ada 130 KK dari luar Kabupaten Grobogan.

“Kami sampai di lokasi transmigrasi awal 2009 lalu, kemudian menempati lahan yang telah disediakan. Namun belum lama menempati, lahan tersebut diminta pemiliknya. Sehingga kami tidak bisa apa-apa, kami berharap ini bisa segera diselesaikan dan kami bisa mendapatkan lahan,” tutur Darmono kepada wartawan melalui telepon.
Menanggapi hal ini Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Grobogan Sudibyo SH melalui Kabid Transmigrasi Siti Rohmah Eko Purwantini menjelaskan, bahwa 20 KK yang ikut transmigasi ke Bengkulu tersebut terdiri dari 76 jiwa yang diberangkatkan dalam dua kali angkatan.

“Dinsosnakertrans akan segera menyelesaikan kasus kehilangan lahan yang telah menimpa transmigran asal Grobogan di Desa Teluk Anggun, Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara,” jelasnya.

rif

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…