Minggu, 31 Januari 2010 19:51 WIB Klaten Share :

Polisi belum pastikan modus pembunuhan sopir taksi

Klaten (Espos)–Motif pelaku yang mengakibatkan tewasnya sopir taksi Primkopad, Dahlan Sutrisno, 41, warga Pingit, Bumijo, Jetis, Yogyakarta masih buram. Pihak kepolisian belum memastikan apakah kasus yang terjadi di jalan Dukuh Gentan, Desa Gemampir, Karangnongko itu murni perampokan atau ada unsur balas dendam.

Kapolres Klaten, AKBP Agus Djaka Santosa melalui Kasatreskrim, AKP Edy Suranta Sitepu mengungkapkan, pihaknya masih mendalami berbagai kemungkinan dan mengumpulkan keterangan untuk mengungkap motif serta identitas pelaku.

“Kita masih dalam penyelidikan. Kalau sudah terungkap pasti kami kabari,” jelasnya, Minggu (31/1).

Diberitakan sebelumnya, Dahlan Sutrisno, 41, sopir taksi Primkopad Yogyakarta ditemukan tewas di dalam taksi di Gentan, Gemampir, Karangnongko, Sabtu (30/1). Awalnya, beberapa warga curiga ada taksi Nopol AB 1019 AH yang nyungsep di pinggiran jalan, sekitar pukul 06.00 WIB. Warga kaget mengetahui di dalam taksi terdapat mayat Dahlan yang berlumuran darah

Sementara, berdasarkan pantauan Espos, police line yang semula dipasang di kawasan di sekitar ditemukannya taksi korban, yakni perbatasan antara desa gemampir dan Kanoman, karangnongko sudah dicopot. Taksi Primkopad yang di dalamnya ditemukan korban dalam kondisi tak bernyawa pun tak tampak. Diduga, taksi tersebut telah dievakuasi oleh pihak kepolisian untuk pengusutan lebih lanjut.

rei

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…