Minggu, 31 Januari 2010 20:24 WIB Sport Share :

Persebaya ajukan banding sanksi Komdis

Surabaya–Pengurus Persebaya Surabaya segera mengajukan banding kepada Komisi Disiplin PSSI terkait sanksi larangan sekali pertandingan tanpa penonton melawan Sriwijaya FC pada putaran kedua Liga Super Indonesia.

Ketua Umum sekaligus Manajer Persebaya Saleh Ismail Mukadar di Surabaya, Minggu (31/1), mengatakan sanksi Komdis sangat merugikan dan menghilangkan potensi pemasukan Persebaya yang mencapai ratusan juta rupiah dari tiket penonton.

“Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti yang akan disertakan untuk banding ke Komdis. Sanksi itu sangat merugikan kami,” katanya dalam forum diskusi dengan elemen suporter dan tokoh bola Surabaya.

Rencana banding itu merupakan saran dari Tim Pencari Fakta yang sudah dibentuk Persebaya. “Nanti saya sendiri yang akan menemui Komdis PSSI,” tambahnya.

“Kami akan berjuang semaksimal mungkin agar sanksi itu bisa ditinjau kembali. Sebelum laga melawan Sriwijaya pada 10 Februari, kami berharap sudah ada keputusan soal banding itu,” katanya menambahkan.

Saleh Mukadar minta Komdis dan seluruh pengurus PSSI tidak senantiasa berpikir negatif soal Persebaya dan suporternya yang akrab disapa Bonek. Apalagi anggapan masyarakat soal bonek juga mengarah negatif.

Sekretaris Panpel Persebaya Syamsudin Warnangan menambahkan, “Green Force” berpotensi kehilangan pemasukan sekitar Rp 300 juta hingga Rp 500 juta, akibat sanksi larangan bertanding tanpa penonton tersebut.

“Pertandingan lawan Arema, pemasukan tiket bisa mencapai Rp 700 juta, sementara laga lainnya paling sedikit berkisar Rp 300 juta,” katanya.

Karena itu, Syamsudin sangat mendukung rencana pengurus Persebaya melakukan banding terhadap sanksi tersebut.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…