Minggu, 31 Januari 2010 09:26 WIB Internasional Share :

Abu Mahatma Gandhi dilarung di Afsel

Johannesburg–Sebagian abu jenazah pemimpin India, Mohandas K Gandhi alias Mahatma Gandhi dilarung di Laut Afrika Selatan, Sabtu (30/1). Abu sang pahlawan, serta taburan bunga dan lilin apung dibawa aliran air dan angin menuju Samudera Hindia.

Abu jenazah Gandhi ini selama puluhan tahun disimpan oleh salah satu anggota keluarganya.

Abu jenazah dilarung dini hari dari sebuah pelabuhan di Durban, Afrika Selatan. Acara ini diselenggarakan tepat 62 tahun peringatan kematian Gandhi.

Mengapa abu Gandhi dilarung di Afrika Selatan? Seperti dimuat laman Boston.com, Gandhi pernah menetap di Afrika Selatan selama 21 tahun. Masa-masa itulah yang kemudian menginspirasi Gandhi.

Suatu ketika setelah kedatangannya ke Afrika Selatan pada 1893, Gandhi yang saat itu berprofesi sebagai pengacara muda, mengalami pengalaman buruk. Dia dilempar dari kereta karena menolak meninggalkan tempat duduknya, yang ternyata khusus untuk orang kulit putih.

Gandhi yang sakit hati lalu memutuskan ikut bergabung dalam perjuangan hak asasi manusia di Afrika Selatan.

Gandhi hidup berpindah-pindah di Afrika Selatan, sebelum akhirnya kembali ke India dalam usianya yang ke 46. Di tanah airnya, Gandhi gigih memperjuangkan kemerdekaan India dari Inggris. Jasa besarnya kepada India membuat Gandhi tak hanya sekedar pahlawan, tapi juga legenda.

Gandhi yang dijuluki ‘Mahatma’ atau ‘jiwa yang agung’ ditembak oleh penganut Hindu garis keras pada tahun 1948 di New Delhi, India.

Setelah dikremasi, abu Gandhi dibagi-bagi dan disimpan dalam wadah dari baja. Abu-abu itu lalu dikirim ke seluruh India.

Beberapa bagian abu Gandhi sengaja disimpan dalam waktu lama. Pada 2007, putra sahabat Gandhi mengirimkan sebagian abu tersebut ke Museum Ghandi di Mumbai. Abu itu lalu disebar ke lautan pada 2008.

Pada tahun 1997, sebagian abu Gandhi yang ditemukan di lemari besi sebuah bank di India Utara, dibenamkan di sebuah tempat suci, lokasi pertemuan Sungai Gangga dan Yamuna.

vivanews/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…